KETIK, SIDOARJO – Cuaca begitu panas. Sinar matahari sangat menyengat. Di hamparan dasar jalan beton antara Desa Kemasan dan Kebonagung, Kecamatan Krian, Bupati Subandi berdiri. Dia mengamati dengan serius detail proyek senilai sekitar Rp 16 miliar tersebut. Penahan tanah, dasar jalan beton, sampai besi-besi konstruksi dicermati. Tangannya memegang data proyek.
"Saya minta data konstruksinya harus detail. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan,” tegas Bupati Subandi kepada kontraktor pelaksana.
Proyek jalan beton Kebonagung hingga Kemasan itu membentang sepanjang sekitar 1.050 meter. Lebarnya 6 meter. Dia mendapatkan kabar bahwa pembetonan segera siap dilaksanakan. Sebab, sebelumnya, terjadi kendala teknis.
Di lokasi konstruksi, ada tiang listrik bertegangan tinggi. Posisinya menjadi salah satu faktor yang menghambat progres pekerjaan. Sehingga, proyek mengalami deviasi keterlambatan sekitar 9 persen.
“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” ujarnya.
Bupati Subandi, Kepala Dinas PU Bina Marga Mahmud, dan kontraktor pelaksana melihat langsung progres pembetonan jalan ruas Desa Kebonagung hingga Kemasan, Kecamatan Krian, pada Selasa (6 Oktober 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Bupati Subandi meminta progres pekerjaan jalan beton Kebonagung--Kemasan itu dipetakan secara berkala. Pengawasan tidak cukup dilakukan pada akhir pekerjaan. Perlu pengawasan yang kontinyu untuk mengetahui perkembangan pekerjaan. Keterlambatan bisa segera diantisipasi.
Di lokasi proyek, Bupati Subandi mengecek detail pembesian yang digunakan dalam pekerjaan betonisasi. Dari penjelasan di lapangan, pembesian menggunakan besi ulir diameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan teknis.
Setelah persiapan pembesian dinyatakan siap, pekerjaan betonisasi mulai dilaksanakan. Bupati Subandi berharap tahapan pekerjaan tersebut dapat mempercepat progres sehingga deviasi sekitar 9 persen dapat segera dikejar.
“Targetnya sesuai kontrak, 16 Desember. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa dikejar," tegasnya. (*)
