Bappeda Sidoarjo Sosialisasi Pokir DPRD, Anggota Dewan Keluar Ruangan

19 Oktober 2026 13:36 19 Okt 2026 13:36

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Bappeda  Sidoarjo Sosialisasi Pokir DPRD, Anggota Dewan Keluar Ruangan

Suasana dalam ruangan Sosialisasi Pokir DPRD Sidoarjo yang diadakan Bappeda Sidoarjo di Sun Hotel pada Senin (19 Oktober 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD harus sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati. Seleksi pokir dilakukan lewat  Kamus Usulan Pokir di Pemkab Sidoarjo sebelum masuk Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Jika tidak sesuai visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, usulan pokir tidak dapat dilaksanakan. 

"Saya harapkan tidak ada lagi teman-teman DPRD yang punya pokir dengan agenda sendiri. Di situ harus ada visi dan misi bupati," ungkap Bupati Sidoarjo Subandi saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Pokir DPRD di Sun Hotel pada Senin (19 Oktober 2026).

Bupati Subandi menyatakan bahwa program-program pemerintah dalam pokok-pokok pikiran DPRD berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Di antaranya, mendukung program pengatasan kemiskinan yang angkanya saat ini masih 4,4 persen. Bisa pula menunjang upaya menurunkan angka pengangguran terbuka yang masih 5,7 persen. 

"Selama sesuai regulasi hukum pasti bisa jalan," tegas Bupati Subandi. 

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menjelaskan bahwa pokir DPRD memang merupakan salah datu hak budget anggota dewan sesuai dengan undang-undang. Bagi anggota DPRD, pokir bisa digunakan untuk menuntaskan problem masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing anggota DPRD. Membantu mempercepat penyelesaian masalah. 

"Tentu pelaksanaannya sesuai dengan rule of the game yang ada," kata Abdillah Nasih.

Sementara itu, paparan sosialisasi tentang pokok-pokok pikiran DPRD dilakukan oleh narasumber dari Octavian dari Pusdatin Kemdagri dan Hilman dari Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Paparan  itu, antara lain, penjelasan tentang alur proses pengusulan pokir. Mulai dari ide atau gagasan anggota DPRD dengan pembuatan akun masing-masing anggota DPRD. Kemudian, pembuatan akun Kamus Usulan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Bappeda. Proses panjang itu akan sampai pada sinkronisasi pokir untuk masuk ke subkegiatan perangkat daerah. 

Foto Narasumber dari Kemdagri memaparkan alur program pokok-pokok pikiran DPRD di Sun Hotel pada Senin (19 Oktober 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)Narasumber dari Kemdagri memaparkan alur program pokok-pokok pikiran DPRD di Sun Hotel pada Senin (19 Oktober 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

Saat berlangsung paparan ini, beberapa anggota DPRD tetap bertahan di dalam ruangan. Di antaranya, Ketua Fraksi PKB Rizza Ali Faizin, Emir Firdaus, Ainun Jariyah, dan lain-lain.

Tapi, banyak juga anggota DPRD Sidoarjo memilih keluar dari ruangan. Ada yang menikmat snack di luar ruang pertemuan. Ada yang duduk-duduk di lobi Sun Hotel. Berbicara serius dengan Bupati Subandi. Di antaranya, Wakil Ketua DPRD Suyarno dan Warih Andono, serta Ketua DPRD Abdillah Nasih. 

Sebagian lagi meninggalkan acara untuk menghadiri acara lain lagi. Masih ada pula yang baru tiba di Sun Hotel saat sudah pukul 11.00 lebih. Padahal, acara telah mulai sekitar pukul 10.00. Bupati Subandi dan Ketua DPRD Sidoarjo saat itu sudah meninggalkan lokasi acara.

Namun, ada pula yang  berkumpul di JCo Suncity Mall. Mereka asyik duduk-duduk satu meja sambil berbincang di teras Suncity Mall. Di antaranya, ada ketua fraksi, wakil ketua DPRD, maupun anggota lainnya. (*) 

 

Tombol Google News

Tags:

Pokir Dprd Sidoarjo Bappeda Sidoarjo Bupati Subandi Pemkab Sidoarjo Sun hotel