KETIK, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) kembali menggelar wisuda pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Sebanyak 400 wisudawan tersebut didorong dapat menjadi penggerak di daerah masing-masing.
Rektor Unitri, Prof. Dodi Wirawan Irawanto menjelaskan gelar sarjana maupun magister menjadi sebuah beban baru yang harus dipikul oleh lulusan. Mereka kini dituntut untuk memberikan kontribusi dan menyalurkan keilmuannya kepada masyarakat.
"Beban yang harus segera diberikan kepada masyarakat. Dalam arti, kontribusi apa sih ke masyarakat yang harus disampaikan, diaktualisasikan. Baik itu di dalam komunitas kecil, atau mungkin kalau punya kesempatan bekerja di instansi atau organisasi apa pun," ujarnya.
Menurut Prof. Dodi, sudah banyak lulusan Unitri menunjukkan kemampuan dan kompetensi untuk mengabdi di daerah asal. Berdasarkan data yang dimiliki, 80 persen lulusan Unitri mampu terserap di dunia kerja maupun menjadi wirausahawan.
"Paling membanggakan dari lulusan Unitri ini kalau ke daerah, mereka punya kemampuan bersaing yang cukup bagus. Data tracer study 80 persen dari alumni kita keterserapan di dunia kerja, menjadi wirausahawan atau apa pun itu selalu cukup baik," katanya.
Para alumni juga diharapkan menjadi duta dan simpul-simpul di daerah untuk mempromosikan Unitri. Termasuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui kerja sama antara dosen dan alumni.
"Ini sudah ada jumpa alumni, tapi inisiasi awal sudah seperti tadi. Teman-teman yang paling bisa ada di Sumba Barat Daya, kemudian ada yang menjadi staf di kelapa sawit Kalimantan Tengah. Mereka meminta networking dari beberapa dosen kita supaya bisa membantu memberikan inovasi," sebutnya.
Pada wisuda kali ini, Unitri juga memberikan predikat wisudawan inspiratif kepada salah satu wisudawan dari Teknik Kimia. Wisudawan tersebut dinilai menjadi penggerak inovasi prorakyat dengan mengolah jelantah menjadi produk bernilai dan memiliki manfaat.
"Dia tahu potensi di masyarakat banyak, dan dia belajar di sini, teknologi pemrosesan sederhana ini dia concern di sini. Jadi kita berharap akan semakin banyak anak-anak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan terkecilnya," pungkasnya.(*)
.png)