KETIK, SIDOARJO – Masyarakat Sidoarjo semakin mendambakan pendidikan berkualitas, bahkan berkelas internasional. Merespons harapan para orang tua itu, SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SDAMADA) siap mengembangkan international class programme (ICP) atau kelas internasional.
Persiapan pembukaan kelas internasional itu dilakukan dengan mengunjungi SD Muhammadiyah 3 Pandaan (SD Muga), Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (13 Oktober 2026). Kunjungan itu bertujuan menggali pengalaman pengembangan international class programme untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
SDAMADA memberangkatkan kepala sekolah, 5 kepala urusan, 3 guru bahasa Inggris, dan kepala tata usaha. Kedatangan mereka disambut hangat keluarga besar SD Muga.
Ketua Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PCM Pandaan Ustadz Drs Samsuri MPd menyampaikan, jumlah siswa SD Muga mulai meningkat setelah sekolah mengembangkan sejumlah inovasi pendidikan. Salah satunya kelas internasional.
”Kita saling berbagi kebaikan,” ujarnya.
Kepala SD Muga Pandaan Lukman Wahyudi MPd menyebut kunjungan tersebut sebagai keberkahan sekaligus kesempatan memperkuat kolaborasi antar-sekolah Muhammadiyah. Termasuk, antara Smuga dan SDAMADA.
”Ini keberkahan yang luar biasa karena kami menerima tamu yang sama-sama berjuang di Muhammadiyah. Sama-sama berharap muncul generasi emas pada 2045,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, guru-guru SDAMADA begitu antusias menggali pengalaman pengembangan ICP. Mulai persyaratan, proses persiapan, hingga pengelolaan manajemen pendidikannya.
”Kami ingin memperoleh gambaran mengenai cara mendaftar, berapa lama persiapan, apa saja persyaratan yang diperlukan untuk mewujudkan program sekolah internasional, dan sebagainya,” kata Salim Idris SPd, guru bahasa Inggris SDAMADA.
Program ICP di SD Muga mulai berjalan pada Januari 2024. Namun, persiapan telah dimatangkan sejak Oktober 2023. Program ini menginduk pada Universitas Negeri Malang yang menjalankan program dan kurikulum bertaraf internasional dari Cambridge University di Inggris.
Pendirian kelas internasional itu mendapatkan respons yang sangat bagus. Minat masyarakat terhadap kelas internasional terus meningkat. Dari awalnya satu kelas dengan 19 siswa, kini ICP SD Muga telah mencapai tiga kelas. Kelas internasional terus berkembang.
”Awalnya, kami membuka satu kelas dengan 19 siswa. Alhamdulillah sekarang sudah tiga kelas,” jelas Lukman.
Kepala SDAMADA Afiatun Na'imah SSi SPd berharap kunjungan tersebut membawa ilmu dan pengalaman yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas sekolah yang dipimpinnya. Tenaga pendidik dan nonkependidikan bersemangat untuk mengembangkan kelas internasional di SDAMADA.
”Kami berharap SDAMADA dipilih masyarakat karena kualitasnya. Setelah berkunjung ke SD Muga, semoga ada ilmu yang bisa diterapkan,” tuturnya. (nas/*)
