Pelajaran dari Argentina! Diana Sasa: Kemenangan Bukan Milik Mereka yang Memulai Lebih Baik, Tapi Tetap Tenang Ketika Tertinggal

17 Juli 2026 14:33 17 Jul 2026 14:33

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Pelajaran dari Argentina! Diana Sasa: Kemenangan Bukan Milik Mereka yang Memulai Lebih Baik, Tapi Tetap Tenang Ketika Tertinggal

Srikandi Dewan Perwakilam Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Diana Amaliyah Verawatiningsih. (Foto: Diana Sasa for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Lolosnya Tim Nasional Argentina ke partai puncak Piala Dunia 2026 membuat Diana Amaliyah Verawatiningsih, seorang Srikandi DPRD Jatim, sumringah sekaligus terkesan. Tak sekadar tentang mencetak gol, tapi menurut dia, kemenangan demi kemenangan Lionel Messi dan kawan-kawan sangat membuat terkesan.

Diana Sasa, sapaan akrabnya, mengaku suka satu hal tentang Argentina. Bukan golnya, bukan Messi, melainkan caranya merespons ketika tertinggal.

Ia mencontohkan saat Argentina bertanding mulai babak 32 besar, 16 besar, 8 besar, dan terutama pada babak semifinal melawan Inggris beberapa hari lalu.

“Inggris memimpin lebih dulu pada awal babak kedua dan  Stadion bergemuruh. Banyak tim akan kehilangan arah dalam situasi seperti itu, tapi Argentina justru sebaliknya, mereka tidak panik,” ujarnya.

Selain itu, Argentina disebutnya menaikkan tempo, garis pertahanan didorong lebih tinggi sehingga bola terus mengalir ke wilayah Inggris. Hasilnya, serangan datang bergelombang. Satu selesai, datang lagi yang berikutnya. Dalam lebih dari setengah jam terakhir, Inggris nyaris hanya bertahan.

“Penguasaan bola mereka merosot tajam, sementara Argentina mengurung pertahanan lawan hingga akhirnya Enzo Fernández menyamakan kedudukan dan Lautaro Martínez memastikan kemenangan pada masa injury time,” ucapnya.

Diana Sasa mengaku yang dirasakan ketika menonton adalah tekanan Argentina seperti tidak mengenal ampun. Seolah ada sejarah panjang yang ingin mereka tuntaskan setiap kali berhadapan dengan Inggris.

Rivalitas itu, kata dia, memang tidak pernah benar-benar hilang sejak pertemuan-pertemuan bersejarah kedua negara di Piala Dunia.

Selain itu, kali ini Argentina tidak menang dengan kontroversi, tapi karena tetap percaya pada sistem. Lalu, Pelatih Argentina Lionel Scaloni tidak mengubah identitas timnya dan Messi tidak sibuk mengejar gol untuk dirinya sendiri.

Justru, lanjut dia, Messi menjadi penghubung yang membuat permainan Argentina semakin hidup. Dua gol kemenangan lahir dari kesabaran, keberanian menyerang dan keyakinan bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit panjang berbunyi.

“Di situlah saya melihat pelajaran besarnya. Kemenangan sering kali bukan milik mereka yang memulai lebih baik. Kemenangan menjadi milik mereka yang tetap tenang ketika tertinggal, berani terus menekan dan tidak pernah berhenti percaya pada strategi yang telah mereka bangun,” tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Srikandi Dprd Jatm Dana Av Sasa Piala dunia Piala Dunia 2026 Hola America Argentina Final Argentina Vs Inggris