BNPB Kerahkan Dukungan Udara Tangani Karhutla Jawa Timur

23 Oktober 2026 21:35 23 Okt 2026 21:35

Zenyta Eka A., Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail BNPB Kerahkan Dukungan Udara Tangani Karhutla Jawa Timur

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi (tengah) di sela meninjau situasi terkini Karhutla di Gunung Arjuno dari Kota Batu, Jumat, 23 Oktober 2026. (Foto: Humas BNPB)

KETIK, SURABAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, dan pemerintah daerah masih menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. 

Berdasarkan data BNPB per 22 Oktober 2026, total luas lahan yang masih dalam penanganan sekitar 22.595,70 hektare (ha), meliputi 21.404 ha di enam provinsi prioritas dan 1.191,70 ha di luar enam provinsi prioritas.

Penanganan di enam provinsi prioritas di Pulau Sumatera dan Kalimantan didukung satuan tugas (satgas) darat dan satgas udara.

Sementara itu, untuk karhutla di Jawa Timur, Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menambah satu helikopter water-bombing dan satu pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memperkuat operasi di wilayah tersebut.

Di Pulau Sumatera, luas lahan yang masih dalam penanganan per 22 Oktober 2026 mencapai sekitar 2.431 ha. Luasan tersebut tersebar di Sumatera Selatan sekitar 2.050 ha, Jambi sekitar 379 ha, dan Riau 2 ha.

Upaya penanganan karhutla di Sumatera dilakukan oleh satgas darat dengan 33.106 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, relawan, dinas lingkungan hidup dan kehutanan, serta perusahaan swasta.

Personel sebanyak 14.837 orang bertugas di Riau, 12.285 orang di Sumatera Selatan, dan 5.984 orang di Jambi.

Selain satgas darat, satgas udara juga mengoperasikan 19 unit helikopter, yaitu 12 unit water- bombing dan 7 unit patroli/OMC, dengan pembagian Sumatera Selatan 9 unit, Riau 5 unit, dan Jambi 5 unit.

OMC di Sumatera Selatan dilaksanakan melalui 9 sorti dengan penyemaian 5.800 kilogram (kg) dry ice dan 1.800 kg NaCl di Palembang dan sekitarnya serta perbatasan Lampung–Ogan Komering Ulu Timur.

Operasi OMC di Riau telah berakhir pada 25 September 2026, sedangkan di Jambi belum dapat dilaksanakan karena pertumbuhan awan kurang mendukung.

Di Pulau Kalimantan, luas lahan yang masih dalam penanganan per 22 Oktober 2026 mencapai sekitar 18.973 ha. Luasan tersebut terdiri atas Kalimantan Tengah sekitar 16.097 ha, Kalimantan Selatan sekitar 1.506 ha, dan Kalimantan Barat sekitar 1.370 ha.

Untuk menangani karhutla di Kalimantan, satgas darat mengerahkan 38.772 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Manggala Agni, relawan, dinas lingkungan hidup dan kehutanan, serta perusahaan swasta.

Personel tersebut bertugas di Kalimantan Tengah sebanyak 16.387 orang, Kalimantan Barat 14.458 orang, dan Kalimantan Selatan 7.927 orang.

Sementara itu, satgas udara turut mengoperasikan 35 unit helikopter. Sebanyak 22 unit digunakan untuk water-bombing dan 13 unit digunakan untuk patroli/OMC, dengan pembagian Kalimantan Selatan 15 unit serta Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masing-masing 10 unit.

Upaya OMC di Kalimantan Tengah terus dilakukan melalui 7 sorti dengan penyemaian 5.000 kg dry ice dan 1.000 kg NaCl di Murung Raya, Gunung Mas, Palangka Raya, dan Taman Nasional Tanjung Puting.

Kemudian, OMC di Kalimantan Barat belum dapat dilaksanakan karena pertumbuhan awan kurang mendukung, sedangkan di Kalimantan Selatan tidak ada sortie OMC.

Kebakaran lahan di Jawa Timur tersebar di sejumlah kawasan gunung, yaitu Arjuno-Welirang, Argopuro, Gunung Saeang, Bromo (TNBTS), serta TPA Supit Urang di Kota Malang.

Upaya operasi di wilayah tersebut diperkuat, Kepala BNPB menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan ke Malang dan satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat.

Kepala BNPB juga mengarahkan agar penanganan memadukan teknologi seperti OMC dengan kearifan lokal dan upaya spiritual, termasuk Salat Istisqa. Tidak hanya itu, pemerintah daerah diminta memperkuat sosialisasi dan mengimbau masyarakat menghentikan pembakaran lahan. 

Bersama upaya tersebut, penegakan hukum dan pencegahan masih terus dilakukan seiring dengan pemadaman agar kebakaran baru tidak terus muncul ketika petugas masih menangani titik api lainnya.

Luas lahan terbakar di luar enam provinsi prioritas diperkirakan sekitar 1.243,70 ha. Sekitar 52 ha di antaranya telah padam, sehingga yang masih dalam penanganan sekitar 1.191,70 ha.

Luasan terbesar berada di Jawa Tengah, yakni Karanganyar sekitar 490 ha dan Gunung Sumbing sekitar 316,20 ha.

Wilayah lainnya meliputi Maluku Utara sekitar 179,13 ha, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur sekitar 75,37 ha, Sigi di Sulawesi Tengah sekitar 60 ha, serta Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar 42 ha. 

Selebihnya tercatat di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur sekitar 23 ha, Raja Ampat sekitar 23 ha, Mamuju sekitar 20 ha, Tojo Una-Una sekitar 10 ha, dan Minahasa Utara sekitar 5 ha.

Di Karanganyar, api telah mencapai Pos 2 Cemoro Kandang, dengan kendala berupa kabut asap, angin yang tidak menentu, serta lereng yang terjal dan curam.

Adapun, kebakaran di Kalimantan Timur sekitar 37 ha ditangani melalui operasi darat dan di IKN sekitar 5 ha melalui operasi darat dan udara, dan seluruhnya telah padam. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bnpb Karhutla Sumatera karhutla kalimantan Karhutla Jatim