KETIK, JAKARTA – Nadin Amizah dikenal sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu yang memiliki ciri khas dalam merangkai kata. Karya-karyanya tidak hanya mengandalkan melodi, tetapi juga kekuatan lirik yang penuh metafora, simbol, dan penggambaran emosi.
Hal tersebut membuat sejumlah lagunya terasa seperti puisi yang dinyanyikan.
Tema yang dibawa Nadin juga cukup beragam, mulai dari hubungan dengan keluarga, cinta, kehilangan, perpisahan, hingga proses berdamai dengan keadaan. Pemilihan kata yang tidak selalu disampaikan secara langsung membuat pendengar dapat menemukan makna berbeda sesuai dengan pengalaman masing-masing.
Berikut lima lagu Nadin Amizah yang memiliki lirik puitis dan penuh makna.
1. “Sorai”
“Sorai” dirilis pada 2019 dan menjadi salah satu lagu yang memperlihatkan karakter khas Nadin dalam menulis lirik. Lagu ini berbicara mengenai perpisahan, tetapi tidak menggambarkannya semata-mata sebagai sesuatu yang menyedihkan. Ada kesan hangat dalam cara lagu ini memandang sebuah hubungan yang harus berakhir.
Penggunaan gambaran alam dan perjalanan membuat cerita dalam “Sorai” terasa lebih luas. Perpisahan digambarkan sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tetap menyimpan kenangan baik. Karena itu, lagu ini dapat dimaknai sebagai bentuk penerimaan terhadap seseorang yang pernah hadir, meskipun pada akhirnya harus berjalan di arah yang berbeda.
2. “Bertaut”
“Bertaut” dirilis pada 28 Mei 2020 dan menjadi salah satu lagu yang paling dikenal dari album Selamat Ulang Tahun. Lagu ini mengangkat hubungan antara seorang anak dan ibunya dengan pendekatan yang sangat personal.
Kekuatan “Bertaut” terletak pada penggunaan metafora untuk menggambarkan ikatan antara dua orang yang memiliki hubungan darah sekaligus kedekatan emosional.
Nadin tidak hanya menggambarkan sosok ibu sebagai orang tua, tetapi juga sebagai tempat kembali ketika menghadapi berbagai keadaan. Hal tersebut membuat lagu ini terasa dekat bagi pendengar yang memiliki pengalaman serupa dengan keluarganya.
3. “Rayuan Perempuan Gila”
“Rayuan Perempuan Gila” dirilis pada 23 Juni 2023 dan menjadi bagian dari album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya. Lagu ini membawa cerita tentang seseorang yang memiliki rasa takut dan keraguan dalam menjalani hubungan.
Alih-alih menggambarkan cinta secara ideal, Nadin menghadirkan sisi yang lebih rapuh. Ada kekhawatiran mengenai kemungkinan ditinggalkan, rasa tidak aman, sekaligus keinginan untuk tetap diterima. Pilihan kata yang ekspresif membuat emosi dalam lagu terasa kuat tanpa harus disampaikan secara sederhana atau gamblang.
4. “Semua Aku Dirayakan”
“Semua Aku Dirayakan” resmi dirilis pada 4 Agustus 2023 dan juga masuk dalam album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya. Lagu ini memiliki nuansa yang lebih hangat karena bercerita tentang pengalaman ketika seseorang merasa diterima dan dihargai.
Liriknya menggambarkan bentuk kasih sayang yang membuat seseorang tidak perlu menyembunyikan sisi dirinya. Perasaan diterima tersebut kemudian disampaikan melalui bahasa yang lembut dan penuh gambaran emosional. Lagu ini juga dapat dimaknai sebagai bentuk rasa syukur karena menemukan seseorang yang mampu melihat dan menghargai diri secara utuh.
5. “Di Akhir Perang”
“Di Akhir Perang” dirilis pada 13 Oktober 2023 dan menjadi bagian dari album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya. Lagu ini menggunakan gambaran “perang” sebagai simbol dari perjalanan seseorang ketika menghadapi berbagai persoalan dalam hidup.
Kata “perang” tidak hanya dapat dimaknai sebagai konflik, tetapi juga sebagai perjuangan menghadapi diri sendiri, keadaan, maupun berbagai hal yang melelahkan secara emosional. Di balik suasananya yang reflektif, lagu ini membawa pesan tentang menemukan ketenangan setelah melewati masa yang sulit.
Penggunaan simbol tersebut membuat cerita dalam lagu terasa lebih dalam dan memberikan ruang bagi pendengar untuk menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.
Kelima lagu tersebut memperlihatkan bagaimana Nadin Amizah menjadikan kata-kata sebagai bagian penting dalam membangun suasana musik. Metafora, simbol, dan penggambaran emosi menjadi kekuatan yang membuat lagu-lagunya tidak hanya terdengar indah, tetapi juga mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan memahami cerita di balik setiap karya.(*)
