Sentimen MSCI Picu Arus Modal Asing Keluar, BI Siapkan Dua Jurus Intervensi

23 Oktober 2026 17:40 23 Okt 2026 17:40

Mustopa

Editor
Thumbnail Sentimen MSCI Picu Arus Modal Asing Keluar, BI Siapkan Dua Jurus Intervensi

Ilustrasi pasar modal (Foto: Magnific)

KETIK, JAKARTA – Pengumuman lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait dengan status pasar saham Indonesia mulai dirasakan dampaknya.

Seperti diketahui, MSCI membuka peluang untuk menurunkan status pasar saham Indonesia menjadi kategori Standalone Market.

Bank Indonesia (BI) mencatatkan adanya tren aliran modal asing keluar dari pasar keuangan tanah air. Bahkan, arus keluar ini juga berdampak terhadap instrumen investasi lain.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea mengatakan bahwa sentimen negatif tersebut juga berdampak terhadap Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Angkanya mungkin tidak keluar dari kita, tetapi kita memang mengamati ada outflow di pasar saham," ujar Erwin seperti dilansir Suara.com, jejaring Ketik.com, Jumat, 23 Oktober 2026.

Untuk mengatasi aliran keluar tersebut, bank sentral melakukan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya dengan menjamin ketersediaan likuiditas rupiah di pasar agar tetap memadai.

"Transaksi di pasar keuangan itu memerlukan likuiditas rupiah. Kita memastikan likuiditas rupiah berada pada jumlah yang cukup dan memadai untuk bisa memfasilitasi transaksi yang terjadi," jelasnya.

Selain menjaga ketersediaan likuiditas, Bank Indonesia (BI) juga menyiapkan dua langkah intervensi untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah di tengah derasnya arus modal keluar. 

Upaya tersebut dilakukan melalui instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) serta intervensi secara langsung di pasar valuta asing melalui transaksi spot.

Menurut Erwin, BI menyesuaikan instrumen intervensi dengan kebutuhan investor. BI akan mengakomodasinya melalui instrumen DNDF jika investor hanya ingin melakukan lindung nilai.

“Tapi kalau mau keluar hari ini, ya kita masuk dengan intervensi spot,” tegas Erwin.

Lebih lanjut, Erwin menegaskan depresiasi nilai tukar rupiah masih berada dalam batas yang terkendali. Meskipun kurs rupiah sempat tertekan hingga Rp18.000 per dolar AS.

"Kita masih bisa kelola dengan baik dan mudah-mudahan shock-nya secara perlahan mulai reda," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

pasar modal MSCI BI Bank Indonesia