KETIK, JAKARTA – Transformasi digital layanan pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terus diperkuat dengan memastikan aspek keamanan data dan kepastian hukum berjalan beriringan. Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menekankan bahwa sistem elektronik yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada kemudahan layanan, tetapi juga perlindungan terhadap data dan keabsahan dokumen masyarakat.
“Transformasi digital tentu harus berjalan seiring dengan penguatan aspek keamanan dan kepastian hukum. Kami ATR/BPN telah menerapkan sistem pengamanan berlapis melalui autentikasi digital, tanda tangan elektronik tersertifikasi, dan enkripsi data berbasis server nasional,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Berdasarkan data statistik layanan Kementerian ATR/BPN, sebanyak 83% berkas layanan pertanahan berasal dari tiga layanan utama, yaitu Peralihan Hak, Layanan Informasi, dan Hak Tanggungan. Dari ketiga layanan itu, layanan Hak Tanggungan dan Informasi Pertanahan telah sepenuhnya dilaksanakan secara elektronik, sementara layanan Peralihan Hak telah berjalan secara hybrid.
“Dengan adanya implementasi layanan elektronik dapat memberikan kemudahan signifikan bagi masyarakat, termasuk mengurangi kebutuhan datang ke Kantor Pertanahan hingga menekan antrean sampai 80%,” jelas Menteri Nusron.
Digitalisasi juga memberikan berbagai manfaat, seperti meminimalisir risiko kehilangan sertipikat akibat pencurian, bencana, maupun kerusakan; menjamin keaslian sertipikat melalui sistem elektronik; serta memudahkan akses terhadap data dan informasi pertanahan yang lebih aman dan terintegrasi. Menurut Menteri Nusron, sertipikat dalam bentuk elektronik juga menjadi solusi yang bisa mencegah terkena pemalsuan dokumen pertanahan.
“Dengan sistem elektronik, keaslian dokumen lebih terjamin dan praktik penyalahgunaan dapat ditekan,” tegas Menteri ATR/Kepala BPN.
Sebagai informasi, hingga Maret 2026, Sertipikat Elektronik yang telah diterbitkan Kementerian ATR/BPN jumlahnya mencapai 7,6 juta sertipikat atau sekitar 7,8% dari total sertipikat yang telah terbit secara nasional. Masih terdapat sekitar 89,4 juta sertipikat atau 92,2% yang masih berbentuk analog.
Rapat bersama Komisi II DPR RI ini berlangsung dengan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin. Pada kesempatan ini, Menteri Nusron hadir dengan didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, beserta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan ATR/BPN. (*)
Transformasi Digital Layanan Pertanahan Diiringi Penguatan Aspek Keamanan dan Kepastian Hukum
1 April 2026 20:14 1 Apr 2026 20:14
T. Rahmat
Editor
Layanan hotline Kementerian ATR/BPN. (Foto: ATR/BPN)
Tags:
Kayanan Keamanan ATR BPNBaca Juga:
HUT ke-81 RI, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi PelayananBaca Juga:
Kasatgas Anti Premanisme Situbondo: Jurnalis Salah Satu Aset dalam Menjaga Keamanan dan Ketertiban BersamaBaca Juga:
Lantik 78 Pejabat Struktural, Wamen ATR/BPN: Rotasi dan Promosi Jabatan Bentuk Birokrat yang AdaptifBaca Juga:
Kementerian ATR/BPN Kembali Peroleh Predikat WTP dari BPK RIBaca Juga:
Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 Dilaporkan kepada Komisi II DPR RIBerita Lainnya oleh T. Rahmat
19 Agustus 2026 21:13
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Cot Jeurat Abdya Adakan Lomba Voli dan Sepak Bola Sarung
19 Agustus 2026 20:16
Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan di Abdya, Begini Trik Jitu Ala Bupati Safaruddin
19 Agustus 2026 17:20
Pedagang di Abdya Dilarang Jualan Saat Azan dan Segera Salat di Masjid
19 Agustus 2026 16:35
Makan Siang dengan Petugas Kebersihan, Bupati Abdya Janjikan Gaji Naik Jadi Rp2 Juta
18 Agustus 2026 22:30
Salurkan Santunan, Bupati Abdya Gerakkan Pejabat Jadi Ayah Asuh 1.604 Anak Yatim
.png)