Operasional Haji 2026 Telah Usai, BBKK Surabaya Fokuskan 3 Evaluasi Terbesar

6 Juli 2026 18:39 6 Jul 2026 18:39

Fitra Herdian, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Operasional Haji 2026 Telah Usai, BBKK Surabaya Fokuskan 3 Evaluasi Terbesar

Kepala BBKK Surabaya Rosidi Roslan ketika berada di Asrama Haji Surabaya. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Operasional haji 2026 memang sudah berakhir, kendati demikian evaluasi tetap dilakukan untuk penyelenggaraan haji 2027 mendatang yang lebih baik lagi. Salah satu evaluasi yang sedang dibahas soal kesehatan jemaah haji.

Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya memfokuskan tiga evaluasi besar pasca-operasional haji 2026. Tiga evaluasi itu mengenai istitoah, edukasi kesehatan dan upaya nol kematian.

"Untuk istitoah, kami memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah sejak di daerah asal masing-masing sebelum keberangkatan," kata kepala BBKK Surabaya, Rosidi Roslan saat ditemui di Asrama Haji Surabaya, Kamis, 1 Juli 2026.

Selain itu, edukasi mandiri perlu dilakukan oleh jemaah calon haji 2027. Rosidi berharap jemaah dapat melakukan skrining mandiri, sebelum melakukan ibadah ke Tanah Suci.

"Tak kalah penting juga, mengimbau untuk meningkatkan edukasi kesehatan agar jemaah haji dapat mempersiapkan dan menjaga kesehatannya secara lebih mandiri," ungkapnya.

Edukasi mandiri ini sangat penting untuk target operasional haji 2027, yaitu zero mortality. Pihaknya berharap jemaah haji yang melaksanakan ibadah di Tanah Suci, lebih sedikit lagi yang wafat.

"Meskipun tantangannya sangat besar seiring dengan bertambahnya jumlah kloter dan tingginya jemaah lanjut usia," bebernya.

Sebagaimana diketahui pada operasional haji 2026 dilaporkan ada 6 jemaah yang wafat di Tanah Suci. Jumlah itu terdiri dari 4 jemaah wafat di Makkah, mereka berasal dari Tulungagung dan Lumajang dan 2 jemaah berasal dari Sidoarjo, Bojonegoro dan Kota Kediri.

Selain itu masih terdapat jemaah yang menjalani perawatan medis, baik di Arab Saudi maupun di Tanah Air. Ada, 16 jemaah dirawat di Arab Saudi, rinciannya 7 orang mengalami gangguan saluran pernapasan, 6 orang mengalami masalah jantung dan 1 orang mengalami masalah pencernaan.

Sedangkan untuk jemaah yang melakukan perawatan di Tanah Air ada 3 orang. Semuanya dirawat di Rumah Sakit (RS) Haji.

"Tiga jemaah itu mengalami penyakit degeneratif, akibat faktor usia dan kelelahan. Selain itu terdapat lebih dari 10 orang pasien lain yang sudah dikembalikan atau dirujuk ke daerah asalnya masing-masing," ungkapnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

bbkk Surabaya Haji 2026 Rosidi Roslan Kepala Bbkk Surabaya