Meriah! Ratusan Warga Berebut Ikan dan Udang di Festival Ngubek Tambak Randuboto Gresik

19 Oktober 2026 09:29 19 Okt 2026 09:29

Daniel Andayawan, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Meriah! Ratusan Warga Berebut Ikan dan Udang di Festival Ngubek Tambak Randuboto Gresik

Keseruan warga saat Festival Ngubek Tambak di Randuboto, Sidayu, Gresik, Minggu, 18 Oktober 2026 (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Kemeriahan mewarnai pelaksanaan Festival Ngubek Tambak 2026 yang digelar di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Ratusan warga antusias memadati Area Tambak Desa dan Halaman TPS3R sejak pukul 07.00 WIB untuk mengikuti berbagai rangkaian acara pesta rakyat dan edukasi lingkungan.

Tradisi ngubek tambak yaitu menangkap ikan secara langsung di dalam tambak menjadi atraksi utama yang paling menyedot perhatian.

Tanpa menggunakan alat bantu, para peserta dari berbagai usia beramai-ramai masuk ke dalam air tambak untuk berebut berbagai jenis ikan, mulai dari mujaer, nila, bandeng, hingga kepiting.

Panitia menyediakan ratusan kilogram ikan dalam festival tersebut. Festival yang digelar dalam rangka memperingati HUT Infogresik ke-16 sekaligus HUT ke-2 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) Randuboto. 

Dalam kompetisi seru ini, peserta bernama Aminin berhasil keluar sebagai juara pertama setelah sukses membawa pulang hasil tangkapan seberat 6,1 kilogram. Disusul oleh Hapik di posisi kedua dengan berat tangkapan 5,9 kilogram, serta Miskal yang menempati juara ketiga.

"Sangat seru dan menghibur. Selain jadi ajang silaturahmi antarwarga, kegiatan ini juga melestarikan kearifan lokal Desa Randuboto yang mayoritas warganya adalah petani tambak," ungkap Hapik, salah satu pemenang perlombaan.

Tak hanya memanen hasil tambak, gelaran ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Randuboto.

Panitia menggelar serangkaian lomba kreatif seperti lomba melukis telur bagi anak-anak TK, hingga lomba daur ulang sampah antar-RT untuk mengedukasi warga tentang pentingnya pemilahan sampah.

Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, menyampaikan bahwa acara ini membuktikan pengelolaan sampah berbasis lingkungan dapat berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi dan budaya masyarakat pesisir.

"Dalam Festival Ngubek Tambak ini siapa yang paling banyak menangkap ikan, peserta akan menjadi juara," katanya. 

Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra, mengatakan, bahwa festival ini digelar sebagai bentuk perayaan bersama sekaligus sarana mempromosikan potensi lokal desa melalui keberadaan TPS3R Randuboto. 

Ia menyebut, keberadaan TPS3R yang dikelola dengan baik membuktikan bahwa aktivitas pengelolaan sampah dapat berjalan harmonis dengan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

"Ini bagian dari mengenalkan potensi Desa Randuboto melalui TPS3R ini. Harapannya, potensi yang ada bisa terus dieksplorasi dan dikembangkan,” harapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Sri Subaidah, menilai festival ini berhasil memadukan kearifan lokal masyarakat pesisir dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.

Ia mengapresiasi rangkaian Festival dengan lomba melukis telur hingga kerja olah tangan daur ulang sampah. 

“Ini kegiatan yang sangat bagus karena mengangkat kearifan lokal. Lomba bank sampah dan kebersihan menjadi kolaborasi yang baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. 

Melihat tingginya antusiasme masyarakat dan dampak positif bagi UMKM serta ekonomi desa, pihak pemerintah desa berharap Festival Ngubek Tambak dapat kembali diselenggarakan secara rutin pada tahun-tahun mendatang.(*)

Tombol Google News

Tags:

Festival Ngubek Tambak Randuboto Sidayu Tps3r Randuboto Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra DLH Gresik Sri Subaidah