KETIK, ACEH BARAT DAYA – Gulai kancah atau "kuah beulangong" berbahan daging menjadi salah satu menu yang paling mencuri perhatian dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh.
Hidangan khas Aceh tersebut disiapkan dalam jumlah besar oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, dan badan usaha milik daerah (BUMD) yang membuka stand di halaman masjid, Selasa (6/10/2026).
Sejak pagi, aroma kuah beulangong yang dimasak menggunakan kuali berukuran besar tercium di sekitar kompleks masjid. Daging yang dimasak bersama racikan rempah khas Aceh menjadi sajian utama untuk masyarakat yang mengikuti rangkaian Maulid.
Kuah beulangong, yang juga dikenal dengan sebutan gulai kancah, merupakan salah satu hidangan yang lekat dengan tradisi kenduri masyarakat Aceh. Proses memasaknya dalam jumlah besar lazim dilakukan secara bersama-sama dan menjadi bagian dari tradisi gotong royong serta jamuan dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Di tengah suasana Maulid, keberadaan kuali-kuali besar yang digunakan untuk memasak gulai kancah juga menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat yang datang tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi turut menikmati hidangan yang disediakan masing-masing stand.
Ketua Panitia Maulid, Mayza Firman, mengatakan gulai kancah atau kuah beulangong sengaja dijadikan salah satu hidangan utama dalam kegiatan tersebut.
“Maulid ini bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Alhamdulillah, hampir semua OPD dan instansi vertikal ikut menyediakan stand dan gulai kancah yang menjadi menu utama Maulid tahun ini,” kata Mayza di lokasi acara.
Menurut Mayza, penyajian gulai kancah dalam jumlah besar sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kuliner khas Aceh kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain hidangan, masing-masing OPD juga menampilkan balai hias yang dihiasi buah-buahan segar, pulut kuning dan berbagai makanan. Balai tersebut menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam memeriahkan peringatan Maulid.
Mayza mengatakan buah-buahan dan pulut yang terdapat dalam balai hias nantinya dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan berbagi keberkahan.
“Isi balai hias berupa buah dan pulut ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk sedekah dan berbagi berkah Maulid,” ujarnya.
Peringatan Maulid di Masjid Agung Baitul Ghafur tidak hanya diisi dengan jamuan makanan. Sejumlah kegiatan keagamaan juga digelar, di antaranya zikir bersama dan ceramah agama.
Tausiah Maulid disampaikan Ustaz Anugerah Cahyadi atau Ustaz Ucay, penceramah asal Batu Bara, Sumatera Utara.
Mayza berharap seluruh rangkaian kegiatan Maulid berjalan lancar dan seluruh hidangan yang disediakan panitia maupun stand OPD dapat dinikmati masyarakat yang hadir.
“Kita berharap seluruh rangkaian acara Maulid tahun ini berjalan lancar. Mudah-mudahan hidangan yang kita sediakan juga cukup untuk masyarakat yang hadir,” katanya. (*)
