KETIK, KEDIRI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperketat pengawasan operasional dan menegaskan komitmennya terhadap keselamatan perjalanan kereta api (Perka). Langkah konkret ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan inspeksi dan pengecekan lapangan (tilik) pada malam hari di sejumlah titik Perlintasan Sebidang (JPL) di wilayah Daop 7 Madiun.
Vice President (VP) KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi memimpin langsung kegiatan tilik JPL di lintas Tulungagung – Kediri. Dalam inspeksi tersebut, VP Daop 7 Madiun didampingi oleh jajaran manajemen, meliputi Manajer Pengamanan (PAM), Manajer Operasi, Manajer Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik (Sintel), Manajer Sarana, Manajer Humas, serta Manajer SDM dan Umum (SDMU).
Beberapa titik JPL yang menjadi fokus pemeriksaan langsung malam itu antara lain JPL 254, JPL 255, dan JPL 256. Pemeriksaan meliputi kelaikan sarana-prasarana perlintasan, penerapan standar keselamatan area kerja, hingga kesiapsiagaan petugas JPL yang sedang bertugas malam.
Di sela-sela peninjauan, VP Daop 7 Madiun memberikan pengarahan langsung dan pembinaan motivasi kepada para petugas agar senantiasa menjaga kewaspadaan, disiplin penuh, dan selama menjalankan dinas.
Melanjutkan upaya menjaga keselamatan perjalanan KA secara konsisten, pada waktu bersamaan, manajemen Daop 7 Madiun yang diwakili Manajer Angkutan Penumpang, Manajer IT, serta Manajer Unit Kesehatan turut melaksanakan inspeksi malam pada JPL lintas Kertosono – Kediri. Pemeriksaan dilakukan di beberapa titik JPL strategis, yaitu JPL 297 (Papar), JPL 291 (Baye, Dishub), dan JPL 272 (Rembang, Ngadiluwih).
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
"Kegiatan tilik perlintasan pada malam hari ini merupakan bentuk komitmen proaktif manajemen Daop 7 Madiun dalam mengawal keselamatan perjalanan KA secara menyeluruh dan berkesinambungan. Kami ingin memastikan seluruh sarana keselamatan berfungsi optimal dan petugas di lapangan, khususnya para PJL, selalu dalam kondisi siap siaga serta menjalankan prosedur operasional secara disiplin," ujar Tohari, Sabtu 10 Oktober 2026.
Melalui peninjauan rutin dan berkesinambungan ini, PT KAI Daop 7 Madiun berharap dapat terus meningkatkan budaya keselamatan (safety culture) di seluruh tingkatan operasional, sekaligus memastikan setiap perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.
"Dengan pengawasan yang intensif dan peninjauan langsung di lapangan, kami berupaya meminimalisasi sekecil apa pun potensi bahaya serta meningkatkan kewaspadaan operasional. Keselamatan para penumpang dan kelancaran perjalanan kereta api adalah prioritas utama yang terus kami jaga setiap saat," pungkasnya. (*)
