Kampanye Keselamatan Pelayaran, KSOP Kelas IV Panarukan Bekali Nelayan dengan E Pass Kecil dan Alat Keselamatan

24 September 2026 15:41 24 Sep 2026 15:41

Adinda Octaviani, Heru Hartanto

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kampanye Keselamatan Pelayaran, KSOP Kelas IV Panarukan Bekali Nelayan dengan E Pass Kecil dan Alat Keselamatan

Usai menerima e-pas dan life jacket, nelayan pesisir Besuki foto bersama dengan Kepala KSOP, Kasat Polairud Polres Situbondo, Kamis 24 September 2026 (Foto: Adinda Octaviani/ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Keselamatan pelayaran bukan sekadar aturan, melainkan fondasi utama dalam setiap perjalanan di laut yang harus dilaksanakan, Kamis 24 September 2026.

Sebagai upaya memperkuat kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan para nelayan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan Situbondo melaksanakan Kampanye Keselamatan Pelayaran sekaligus Pembagian E-Pass Kecil dan Alat Keselamatan, Kamis 24 September 2026.  

Kegiatan yang berlangsung tersebut berlangsung di Balai Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. “Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-55 tahun 2026. Dan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen KSOP Kelas IV Panarukan dalam menghadirkan pelayanan dan edukasi keselamatan pelayaran masyarakat nelayan pesisir,” kata Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, dihadapan nelayan.

Lebih lanjut, Antok, panggilan akrab Herland Aprilyanto mengatakan, dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan saat melaut, tapi kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong para nelayan agar semakin tertib administrasi, memahami ketentuan pelayaran, serta menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjalankan aktivitas di laut.

“Laut merupakan ruang kehidupan dan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Oleh karena itu, aktivitas melaut harus senantiasa dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kelaiklautan kapal, kelengkapan dokumen, serta kesiapan awak kapal dalam mencari nafkah mengarungi lautan,” kata Antok.

Menurut Antok, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, serta masyarakat nelayan. “Melalui kegiatan kampanye ini, KSOP Panarukan tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat agar para nelayan dapat memahami hak, kewajiban, serta ketentuan yang harus dipenuhi sebelum dan selama melakukan kegiatan pelayaran,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Antok juga mengajak para nelayan untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan meskipun melakukan aktivitas pelayaran dalam jarak yang relatif dekat. Karena kondisi cuaca dan laut dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga setiap nelayan perlu memiliki kesiapan, membawa alat keselamatan, memperhatikan informasi cuaca, serta memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik sebelum berlayar.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilaksanakan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran yang disampaikan oleh Zulhan Arifiansyah, staf KSOP Kelas IV Panarukan. Dalam sosialisasi itu, para nelayan diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan kapal dalam kondisi laik sebelum berlayar, penggunaan alat keselamatan secara tepat, kelengkapan dokumen kapal, serta kesiapan awak kapal.

Sementara itu, dilain pihak, AKP Gede Sukarmadiyasa, Kasatpolairud Polres Situbondo, menyampaikan materi tentang Penegakan Hukum dalam Pelanggaran Penggunaan Alat Tangkap. Dalam pemaparannya, dijelaskan mengenai pentingnya penggunaan alat tangkap yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

AKP Gede juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum terhadap penggunaan alat tangkap yang dilarang serta pentingnya menjalankan kegiatan penangkapan ikan secara tertib, bertanggung jawab, dan tidak merusak lingkungan.

“Penegakan hukum, tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kegiatan perikanan yang aman dan tertib,” jelas AKP Gede dihadapan nelayan Pesisir Besuki.

Sementara itu, Sugeng Purwo Priyanto, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo memberikan materi "Panduan Lengkap Nelayan Go Digital".

Dalam materi tersebut, mengajak para nelayan untuk mulai memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam menunjang aktivitas dan meningkatkan produktivitas usaha serta tata cara pengajuan surat rekomendasi bagi para nelayan yang telah memiliki e pass kecil.

Selain sosialisasi, kegiatan juga dilaksanakan pembagian E-Pass Kecil dan alat keselamatan berupa lifejacket dan lifebuoy kepada para nelayan. Pemberian E-Pass Kecil menjadi bagian dari upaya mendukung tertib administrasi kapal dan memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat nelayan.

Sekedar informasi, kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Situbondo, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala Wilayah Kerja Besuki KSOP Kelas IV Panarukan, Koordinator Pelabuhan Besuki, TNI AL, Kepala Desa Pesisir Besuki, serta para nelayan pesisir Besuki.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas instansi dalam membangun budaya keselamatan pelayaran di tengah masyarakat pesisir. Kolaborasi ini menjadi kunci agar pesan keselamatan tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam setiap aktivitas nelayan di laut.

Melalui Kampanye Keselamatan Pelayaran ini, KSOP Kelas IV Panarukan berharap semakin tumbuh kesadaran masyarakat nelayan bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan dan investasi utama untuk melindungi jiwa, kapal, serta keberlangsungan mata pencarian masyarakat nelayan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Kampanye Keselamatan Pelayaran Bekali Nelayan Alat Keselamatan E-PAS KSOP Kelas IV Panarukan