Jamaluddin Idham Berduka, Sebut Sjamsul Kahar Putra Terbaik Dunia Pers di Aceh

24 September 2026 20:43 24 Sep 2026 20:43

T. Rahmat

Editor
Thumbnail Jamaluddin Idham Berduka, Sebut Sjamsul Kahar Putra Terbaik Dunia Pers di Aceh

Flyer ucapan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H. Sjamsul Kahar. (Foto: Desain Afdy)

KETIK, BANDA ACEH – Dunia pers Aceh kembali kehilangan salah satu tokoh penting. H. Sjamsul Kahar, Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia sekaligus salah satu tokoh yang memiliki peran besar dalam perjalanan pers Aceh, berpulang ke rahmatullah pada Kamis (24/9/2026) dini hari.

Almarhum mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sekitar pukul 02.20 WIB, dalam usia hampir 81 tahun. Kabar duka tersebut turut mengundang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham.

Jamaluddin Idham yang juga menjabat sebagai Ketua PDI Perjuangan Aceh itu menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian tokoh pers yang selama puluhan tahun mengabdikan diri bagi perkembangan jurnalistik dan penyebaran informasi di Aceh.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Atas nama pribadi, keluarga, pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan Aceh, kami menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas meninggalnya putra terbaik Aceh di dunia pers, yaitu Bapak H Sjamsul Kahar," ucap Jamaluddin.

Menurut Jamaluddin, Sjamsul Kahar merupakan sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan pers Aceh. Keteguhan dan kecerdasannya dalam memimpin media dinilai terlihat jelas ketika Aceh berada dalam situasi konflik.

Ia mengaku salut dengan cara Sjamsul Kahar menjalankan tugas jurnalistik di tengah situasi konflik yang penuh tekanan. Dalam kondisi tersebut, almarhum dinilai mampu menjaga keberlangsungan pemberitaan dan tetap mengupayakan hadirnya informasi yang konstruktif bagi masyarakat melalui Serambi Indonesia.

"Menurut saya, beliau merupakan salah satu putra terbaik Aceh. Saya sangat salut dengan cara beliau bertahan dan menjalankan tugasnya di tengah konflik. Meski banyak tekanan, beliau mampu menyeimbangkan pemberitaan dan tetap menjaga Serambi Indonesia sebagai media yang memberikan informasi kepada masyarakat," kata Jamaluddin.

Jamaluddin menilai kecerdasan dan keteguhan Sjamsul Kahar menjadi modal penting dalam melewati berbagai masa sulit yang dihadapi Aceh dan dunia pers.

Di tengah tekanan konflik, kata dia, almarhum juga mampu mengayomi jajaran karyawan dan mempertahankan keberlangsungan perusahaan media tersebut.

"Beliau memiliki kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa sehingga mampu melewati semua itu. Beliau juga mengayomi seluruh karyawan ketika Aceh dilanda konflik. Serambi Indonesia tetap bertahan dan menjadi bagian penting dari perjalanan pers Aceh sampai saat ini," ujarnya.

Sjamsul Kahar dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam sejarah lahir dan berkembangnya Harian Serambi Indonesia. Bersama rekannya, almarhum M. Nourhalidyn, ia mengembangkan Mimbar Swadaya hingga kemudian berubah menjadi Harian Serambi Indonesia yang terbit perdana pada 9 Februari 1989.

Sebelum memimpin Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar dikenal sebagai wartawan Kompas yang bertugas di Aceh. Ia juga tercatat pernah memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh selama tiga periode, yakni 1985–1991, 1991–1995, dan 1995–1999.

Perjalanan kariernya berlangsung di tengah berbagai tantangan besar. Pada masa konflik Aceh, aktivitas jurnalistik menghadapi tekanan dan ancaman. Pada 1999, rumah Sjamsul Kahar bahkan pernah menjadi sasaran serangan bom molotov, sementara dirinya juga menerima ancaman kematian terkait pekerjaannya sebagai pimpinan redaksi Serambi Indonesia.

Keteguhan tersebut kembali diuji ketika tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember 2004. Kantor dan mesin cetak Serambi Indonesia ikut hancur, sementara sejumlah pekerja media menjadi korban. Namun, Serambi Indonesia kembali terbit hanya enam hari setelah bencana, pada 1 Januari 2005.

Bagi Jamaluddin, perjalanan panjang tersebut menunjukkan besarnya dedikasi Sjamsul Kahar terhadap dunia pers sekaligus masyarakat Aceh.

Ia berharap seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

"Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Jasa dan pengabdian beliau untuk pers Aceh akan selalu dikenang," kata Jamaluddin. (*)

Tombol Google News

Tags:

Sjamsul Kahar Serambi Indonesia Sjamsul Kahar Meninggal Duka cita pdi perjuangan PDI Perjuangan Aceh DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Aceh jamaluddin idham Pers Dunia Pers