KETIK, SURABAYA – Merayakan perjalanan empat tahun berkarya, CEO Ketik.com Kiagus Firdaus, membeberkan rekam jejak dan perjuangan di balik berdirinya platform media tersebut.
Dalam peringatan 4th Anniversary Ketik.com, ia menegaskan bahwa kehadiran Ketik.com merupakan buah dari dedikasi, integritas, serta jaringan panjang di industri jurnalistik.
"Media kami tidak lahir tiba-tiba. Ini lahir dari pengalaman dan perjuangan, kerja keras penuh dedikasi, integritas, dan networking," ujar Kiagus Firdaus saat memberikan sambutan dalam perayaan ulang tahun keempat Ketik.com di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama pada Rabu, 9 September 2026.
Langkah awal Ketik.com berakar dari pengalaman Kiagus bekerja selama tiga tahun di salah satu media nasional terkemuka. Pengalaman tersebut menjadi fondasi utama sebelum ia dan timnya memberanikan diri untuk mengeksplorasi potensi baru dan membangun identitas media mandiri.
Dalam proses pencarian jati diri media tersebut, Kiagus mengungkapkan bahwa tokok pers nasional, Dahlan Iskan, menjadi figur penting yang memberikan inspirasi besar bagi perjalanan mereka.
"Dengan tokoh Abah Dahlan Iskan sebagai simbol guru kami," tutur Kiagus.
Proses penentuan nama "Ketik" pun lahir dari momen unik. Di tengah perenungan untuk menemukan identitas yang tepat, inspirasi justru datang dari ritme suara mesin ketik klasik.
"Di saat hening terdengar suara 'tik, tik', orang sedang mengetik menggunakan mesin ketik lawas. Akhir sebuah cerita, nama 'Ketik' kami dapatkan," kenang Kiagus.
Bagi Kiagus, nama Ketik memiliki kedalaman filosofi tentang proses penciptaan karya, penyampaian informasi tepercaya, dan penyambung komunikasi masyarakat.
Mengusung motto "Media Kolaborasi Indonesia", Ketik.com berkomitmen untuk terus beradaptasi dan berkembang di tengah dinamika ekosistem media nasional. (*)
