KETIK, SURABAYA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bachtiar menerima Lencana Dharma Bakti dari Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 yang digelar di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu sore, 2 September 2026.
Lencana Dharma Bakti menjadi bentuk penghargaan atas jasa, pengabdian, serta kontribusi Akhmad Sruji Bachtiar dalam mendukung dan memajukan Gerakan Pramuka di Jawa Timur.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tersebut berlangsung meriah dan dihadiri peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anggota Pramuka usia anak-anak hingga orang dewasa. Sejumlah tokoh penting juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain apel peringatan, rangkaian acara dimeriahkan berbagai pertunjukan dan aksi, di antaranya Reog Ponorogo, Marching Band Gita Swara Nala, pembacaan puisi, Paduan Suara Gita Pramawisesa, aksi kemanusiaan Water Rescue Brigade Penolong, hingga penampilan Unesa Symphony Orchestra.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada tokoh maupun pihak yang dinilai memberikan kontribusi terhadap Gerakan Pramuka.
Akhmad Sruji Bachtiar bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, Lencana Dharma Bakti tersebut bukan sekedar penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkhidmat melalui Gerakan Pramuka.
“Alhamdulillah, kita bersyukur hari ini mendapatkan lencana dari Gubernur Jawa Timur. Lencana ini tentunya menjadi motivasi dan penyemangat bagi kita semuanya dalam berkhidmat di kepanduan Praja Muda Karana,” ujarnya.
Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter dan pengkaderan generasi muda. Melalui kegiatan kepramukaan, anak-anak dan remaja dinilai dapat mempelajari berbagai nilai penting yang dibutuhkan dalam kehidupan.
“Saya berkeyakinan, Pramuka ini tempat yang tepat untuk pengkaderan anak-anak muda yang dalam masa pertumbuhannya perlu diajari tentang kemandirian, tentang tanggung jawab, tentang kedisiplinan, dan tentunya juga dalam hal cinta tanah air atau nasionalisme,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan melalui Gerakan Pramuka juga selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam, khususnya semangat cinta tanah air.
“Tentu sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam, hubbul wathan minal iman,” tuturnya.
Ia berharap semangat pengabdian dan pembentukan karakter melalui Gerakan Pramuka terus diperkuat, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Jawa Timur pun menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda sekaligus membangun semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. (*)
