KETIK, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui perluasan akses pembiayaan dan pendampingan bagi pelaku usaha mikro. Kolaborasi dengan PT Bank BTPN Syariah Tbk dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat masyarakat desa agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I., dalam kegiatan penyerahan penghargaan kepada nasabah inspiratif BTPN Syariah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Business Coach Jatim 1 PT Bank BTPN Syariah Tbk, Joko Ibnu Susanto, jajaran manajemen BTPN Syariah, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Cermee, Kepala Desa Solor, para pendamping dan fasilitator, pengelola sentra, serta nasabah inspiratif.
Fathur Rozi mengatakan, keberadaan lembaga keuangan yang memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan memiliki peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, Rabu, 9 September 2026 di Pendopo Bupati.
Menurutnya, pembiayaan tidak boleh hanya dilihat sebagai tambahan modal. Lebih dari itu, pembiayaan harus mampu menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperbaiki pengelolaan keuangan, memperluas pemasaran, hingga menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi BTPN Syariah dalam membuka akses pembiayaan sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya bagaimana modal itu tersalurkan, tetapi bagaimana modal tersebut mampu mengubah usaha masyarakat menjadi lebih produktif dan mandiri,” ujar Fathur Rozi.
Hingga akhir Juli 2026, BTPN Syariah mencatat 31.246 nasabah di Jawa Timur, dengan total pembiayaan mencapai Rp134,4 miliar dan terbentuk 3.341 sentra atau kelompok.
Fathur Rozi menilai capaian tersebut menggambarkan besarnya potensi ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Ribuan nasabah yang mendapatkan pembiayaan, menurutnya, merupakan bagian dari gerakan ekonomi masyarakat yang berusaha tumbuh dari skala keluarga dan desa.
“Angka-angka tersebut jangan hanya kita lihat sebagai statistik pembiayaan. Di dalamnya ada masyarakat yang sedang berjuang membangun usaha, menambah pendapatan keluarga dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Karena itu, pendampingan menjadi bagian yang sangat penting,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para nasabah inspiratif, khususnya dari Desa Solor, Kecamatan Cermee, yang dinilai mampu menunjukkan bahwa usaha kecil memiliki peluang untuk berkembang apabila dikelola dengan disiplin dan konsisten.
Menurut Fathur Rozi, kisah para nasabah tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi masyarakat lainnya agar tidak takut memulai usaha dari skala kecil.
“Keberhasilan para nasabah inspiratif ini membuktikan bahwa usaha kecil bukan berarti usaha yang tidak memiliki masa depan. Ketika dikelola dengan tekun, disiplin dan didukung pendampingan yang tepat, usaha tersebut bisa berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi keluarga maupun lingkungan,” tuturnya.
Lebih jauh, Fathur Rozi menegaskan Pemkab Bondowoso akan terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga keuangan untuk memperkuat sektor UMKM.
Ia menyebut penguatan UMKM membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari pembiayaan, peningkatan keterampilan, pendampingan, hingga akses pasar.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi dengan lembaga keuangan, dunia usaha, pendamping, pemerintah desa dan masyarakat. Semua harus bergerak dalam satu ekosistem agar UMKM kita tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama Pemkab Bondowoso dan BTPN Syariah dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat, terutama pelaku usaha mikro di desa, memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya.
“Kami ingin masyarakat Bondowoso menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi. Pemerintah hadir untuk membuka akses dan menciptakan ruang tumbuh. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan usaha secara mandiri, semakin kuat pula fondasi ekonomi daerah,” pungkas Fathur Rozi.(*)
