KETIK, SITUBONDO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Bakesbangpol melaksanakan kampanye antinarkoba yang berlangsung di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu 27 September 2026.
Kampanye anti narkoba yang dikemas dalam Sarasehan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bersama grup musik Slank tersebut dihadiri Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Hadir pula Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian, Kapolres AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, Ketua DPRD Mahbub Junaidi, Camat Besuki Yakup Alek Susanto, Ketua TP PKK, Husna Laili dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Sedikitnya ada 800 peserta yang hadir. Terdiri dari pelajar, mahasiswa, organisasi perempuan, komunitas anti narkoba, tokoh masyarakat, tokoh agama, slanker Situbondo dan Besuki dan pihak terkait lainnya.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam sambutannya mengajak seluruh generasi muda Kabupaten Situbondo, khususnya warga Besuki menjauhi narkoba sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga diri, keluarga, teman, dan lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Jangan dekati narkoba, apalagi menggunakannya. Karena bahaya laten narkoba dapat menghancurkan kehidupan generasi muda penerus bangsa," ujar Mas Rio, di hadapan ratusan peserta sarasehan.
Kehadiran Slank di Besuki adalah salah satu bagian dari upaya memperkenalkan potensi kawasan Besuki yang sarat dengan nilai nilai sejarah tersebut.
"Alhamdulillah, Bimbim, Kaka dan Ivan bisa transit di pendopo yang sarat dengan nilai-nilai sejarah ini dan membuat acara di sini. Kawasan Besuki ini sudah kita setting bersama Mbak Tri Utami untuk menjadi Besuki Heritage Hub," jelas Mas Rio.
Mas Rio menegaskan bahwa kampanye antinarkoba merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas aparat penegak hukum maupun pemerintah.
Selain itu, ia juga mengajak kepada seluruh peserta darasehan menjadikan momentum kehadiran Slank sebagai pengingat untuk terus menjaga diri dan lingkungan dari bahaya narkoba.
"Ancaman penyalahgunaan narkoba di Situbondo masih menjadi perhatian serius pihak aparat penegak hukum. Berdasarkan pemetaan yang disampaikannya, terdapat sejumlah kecamatan yang masuk kategori rawan," kata Mas Rio.
"Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, pertemanan, hingga masyarakat sekitar tidak bermain main dengan narkotika," jelasnya.
Mas Rio juga mengingatkan bahwa Situbondo dikenal sebagai Kota Santri dengan banyak pondok pesantren. Identitas tersebut diharapkan menjadi kekuatan moral dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Mudah-mudahan dengan kehadiran Slank ini bisa memotivasi kita untuk menjauhi narkoba. Jangan dekati narkoba, apalagi menggunakan," ujar Bupati Situbondo.
Sementara itu, personel sekaligus drummer Slank, Bimbim, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Situbondo atas inisiatif menghadirkan Slank dalam kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurut Bimbim, dukungan dan perhatian kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan kegiatan edukasi kepada masyarakat. "Kalau nggak ada Mas Rio, Slank belum tentu balik lagi ke sini," kata Bimbim.
Bimbim menjelaskan, dalam rangkaian kegiatan sarasehan dan kampanye anti narkoba tersebut, Slank juga telah menyiapkan sejumlah lagu yang akan dibawakan pada konser nanti malam.
Dua lagu di antaranya dipilih secara khusus sebagai bagian dari kampanye antinarkoba. "Kayaknya ketinggalan zaman banget yang masih pakai narkoba hari gini," jelasnya.
Bimbim juga berharap kegiatan saresahan anti narkoba ini, dapat dirasakan manfaat bagi peserta. "Saya mengajak seluruh peserta yang mengikuti sarasehan ini harus mampu menjauhi narkoba, karena narkobo bisa menghancurkan diri sendiri," tuturnya.
Selain itu, Bimbim juga mengajak Slanker dan masyarakat untuk menikmati konser dengan tertib serta menjadikan momentum kebersamaan itu sebagai penguat pesan hidup sehat tanpa narkoba.
Vokalis Slank, Kaka, memberikan perhatian khusus terhadap kerentanan wilayah pesisir terhadap peredaran gelap narkoba. Menurutnya, kawasan pesisir memiliki tantangan tersendiri karena akses langsung melalui jalur laut berpotensi dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika.
"Daerah pesisir itu sangat rentan sama drug trafficking, penyebaran narkoba. Karena mereka punya akses langsung dari laut," tutur Kaka.
Kaka juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap persoalan narkoba sebagai ancaman yang sudah berlalu atau tidak lagi relevan.
Tapi, narkoba terus mengalami perubahan nama, bentuk, maupun istilah yang digunakan dalam peredarannya. Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus terus diperbarui.
"Kegiatan sosialisasi dan sarasehan antinarkoba tetap penting dilakukan secara berkelanjutan, meskipun persoalan tersebut telah lama menjadi perhatian publik.
Kaka juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba hingga benar-benar mencapai angka nol merupakan tantangan besar. Namun, upaya pencegahan dan pengurangan peredarannya harus terus dilakukan.
"Peredaran Narkoba memang nggak bisa diberantas sampai nol atau tuntas, tapi harus ada ikhtiar untuk meminimalisir peredaran itu dengan cara melakukan sarasehan dan sosialisasi seperti ini," tegas Kaka.
Lebih lanjut, Kaka mengatakan bahwa, perhatian Pemkab Situbondo terhadap perlindungan masyarakat dari ancaman narkoba sangat baik.
"Pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas publik maupun janji-janji pembangunan, tetapi juga harus mencakup perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai ancaman sosial, "jelas Kaka.
Kaka juga menyampaikan pesan sederhana namun mendalam kepada seluruh peserta sarasehan narkoba.
"Yuk, sama-sama jaga diri, jaga teman kita di samping kita, jaga lingkungan kita, jaga pesisir Situbondo dan Besuki. Jangan sampai kemasukan narkotika yang merugikan kita semua," pesannya.
Kehadiran mereka bukan sekadar menghadirkan hiburan, melainkan juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara figur publik, pemerintah, aparat, dan generasi muda.
Pesan antinarkoba yang yang dilantunkan melalui lagu oleh figur idola diharapkan mampu menjangkau kalangan remaja dengan pendekatan sair sair lagu.
Sebab, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui imbauan formal. Tapi, dibutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, serta tokoh publik yang memiliki pengaruh positif.
Sarasehan antinarkoba bersama Slank di Pendopo Pate Alos Besuki ini, menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa perang terhadap narkoba merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Keterlibatan Slank memberikan warna tersendiri dalam kampanye tersebut. Melalui bahasa musik, kedekatan emosional, dan pesan yang disampaikan secara terbuka, para personel Slank mengajak masyarakat untuk tidak menormalisasi penyalahgunaan narkoba. (*)
