KETIK, JAWA TIMUR – Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis Indonesia Jawa Timur (GAPEMBI Jatim) menyebut banyak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jatim kurang mumpuni.
Wakil Ketua Kerja Sama Antar Lembaga DPW GAPEMBI Jatim, Amnari mengungkapkan bahwa, masih banyak Kepala SPPG yang dinilai belum memiliki kompetensi yang memadai, khususnya dalam pengoperasian komputer dan pelaksanaan administrasi berbasis digital.
"Kondisi ini dapat menghambat proses pelaporan, koordinasi, dan pelaksanaan tugas di lapangan," katanya saat dikonfirmasi Ketik.com belum lama ini.
Selain persoalan kompetensi, GAPEMBI Jatim juga menyoroti rendahnya motivasi sebagian Kepala SPPG setelah menerima Surat Keputusan (SK) penugasan. Beberapa di antaranya disebut menolak lokasi penempatan atau tidak segera menjalankan tugas yang telah diberikan.
Akibatnya, relawan dan mitra yang telah siap menjalankan program MBG, harus menunggu lebih lama hingga proses operasional dapur dapat dimulai.
“Relawan dan mitra sudah banyak yang siap bergerak, namun dalam beberapa kasus operasional dapur tertunda karena adanya penolakan penempatan atau kurangnya kesiapan dari Kepala SPPG yang telah ditunjuk,” jelasnya.
Apalagi saat ini di Jawa, dikatakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) itu sudah habis. Sedangkan jumlah dapur yang sudah terbangun sangat banyak melampaui jumlah kuota SPPI, sehingga yang di jawa banyak mendatangkan dari luar daerah.
"Untuk Jawa Timur sendiri banyak mendatangkan dari luar pulau. Kayak Aceh, Bengkulu, dan Medan," katanya.
Karena banyak yang dari luar pulau tadi, itu banyak yang menolak lokasi penempatan atau tidak segera menjalankan tugas yang telah diberikan.
Pertimbangannya dikatakan karena biaya akomodasi ke tempat tugas, serta tempat tinggal yang dinilai memerlukan biaya tambahan. Sehingga ini berdampak pada operasional program ini.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, GAPEMBI Jatim mengusulkan agar pemerintah dan pihak terkait mengkaji skema pemberian gaji atau insentif kepada Kepala SPPG sebelum dapur beroperasi secara penuh.
Menurut mereka, pemberian insentif dengan persentase tertentu dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk mempercepat persiapan dan pembukaan operasional dapur. (*)
Banyak Kepala SPPG Dinilai Belum Siap, GAPEMBI Jatim Beri Catatan
11 Juni 2026 11:16 11 Jun 2026 11:16
Hanifuddin Musa, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)
Tags:
SPPG gapembi jatim Jawa timur MBG dapur MBG BGNBaca Juga:
Gubernur Khofifah Lepas Ribuan Pelari Mantra116 2026, Jatim Makin Kokoh sebagai Destinasi Sport Tourism DuniaBaca Juga:
Alhamdulillah..!! Stunting di Jatim Turun ke 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari PersagiBaca Juga:
Info Cuaca 4 Juli 2026: Surabaya dan Sidoarjo CerahBaca Juga:
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, SPE 2026 Siap Genjot Kinerja Sektor PercetakanBaca Juga:
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid Program ADEM Repatriasi 2026 dari Malaysia dan Arab Saudi, Komitmen Hadirkan Pendidikan BerkualitasBerita Lainnya oleh Hanifuddin Musa
4 Juli 2026 19:14
Indonesia Kirim Dubes Untuk Hadiri Upacara Penghormatan Tokoh Iran Ayatollah Ali Khamenei
4 Juli 2026 16:05
Jadwal Paraguay vs Prancis, Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Dimulai!
4 Juli 2026 16:00
Jadwal Tuan Rumah Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
4 Juli 2026 15:05
Tayangan iNews Jadi Barang Bukti, IJTI dan Pakar Hukum Soroti Ancaman Kebebasan Pers
4 Juli 2026 13:50
Jadwal Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2026, Pertarungan Menuju Perempat Final
.png)