KETIK, MALANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang. Dalam kunjungannya tersebut ia mendorong perluasan akses pendidikan bagi anak kurang mampu.
SRMA 22 Kota Malang sendiri saat ini masih berada di aset milik Kemendagri dan dikelola olah Badan Pengembangan Sumber Daya Alam (BPSDA) Jatim. Nantinya seluruh jenjang Sekolah Rakyat Kota Malang akan berada di satu gedung terpadu di Arjowinangun.
"Program prioritas dari Pak Presiden salah satunya Sekolah Rakyat. Ini ditujukan kepada anak-anak bangsa yang tidak memiliki kemampuan secara ekonomi, tetapi mereka berhak untuk memperoleh pendidikan yang baik dan tinggi," ujarnya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia meminta agar Pemerintah Kota Malang maupun Pemprov Jatim dapat mendorong realisasi gedung terpadu untuk Sekolah Rakyat. Terlebih ia sempat dibuat terharu dengan semangat para siswa SRMA 22 Kota Malang.
"Tadi saya terharu juga dengar ada yang bapaknya buruh, orang tuanya meninggal dan mereka bercita-cita untuk menaikkan derajat orang tuanya, ada yang cita-cita jadi tentara, jadi hakim. Jadi ini program yang tujuannya jangka panjang untuk mencetak pemimpin bangsa," lanjutnya.
Melihat besarnya manfaat Sekolah Rakyat, ia berharap pemerintah dapat memperluas jangkauan siswa penerima manfaat. Termasuk kolaborasi antar kementerian khususnya Kementerian PU dan Kemensos RI.
"Jadi, Sekolah Rakyat harus terus kita dorong untuk semakin memperluas jangkauan," ungkapnya.
Sementara itu Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menunjukkan komitmennya untuk menjalankan program strategis nasional. Saat ini bangunan di SRMA 22 Kota Malang hanya dapat mengakomodasi siswa kelas XI. Sementara itu siswa baru kelas X masih dititipkan ke Sekolah Rakyat di Blitar.
"Nanti di Arjowinangun akan menjadi satu kesatuan baik SD, SMP, dan SMA kita akan satukan di tahun ajaran yang baru. Jadi mereka tidak akan menggunakan lagi aset milik Kemendagri, tetapi sudah menjadi kesatuan," kata Wahyu.
Konsultan dari Kementerian PU dan Kemensos pun telah melakukan pengecekan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Arjowinangun. Jika tidak ada kendala, pembangunan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
"Kalau memang tidak ada halangan, akhir tahun, setuju akan dapat dibangun. Jadi semester depan Sekolah Rakyat sudah terbangun dan mereka bisa memanfaatkan," pungkasnya.(*)
