UIN Malang Mulai Persiapkan 22 Prodi Menuju Akreditasi Internasional ACQUIN

16 Juli 2026 15:51 16 Jul 2026 15:51

Siti Asiyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail UIN Malang Mulai Persiapkan 22 Prodi Menuju Akreditasi Internasional ACQUIN

Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, memberikan keterangan kepada awak media terkait persiapan 22 program studi menuju akreditasi internasional ACQUIN di Gedung Rektorat UIN Malang, Kamis (16/7/2026). (Foto: Nisa/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mulai mempersiapkan 22 program studi (prodi) untuk meraih akreditasi internasional melalui lembaga akreditasi ACQUIN. Persiapan tersebut ditandai dengan kegiatan Awareness Akreditasi Internasional ACQUIN yang digelar di Gedung Rektorat UIN Malang, Kamis, 16 Juli 2026. 

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si, mengatakan pemilihan ACQUIN didasarkan pada cakupan akreditasinya yang dapat menaungi banyak program studi sekaligus. Langkah ini juga mempertimbangkan waktu pendampingan yang terbatas menjelang pelaksanaan akreditasi.

"Pendampingan tahun ini waktunya sangat terbatas karena sudah mendekati Agustus. Karena itu kami memilih ACQUIN agar seluruh program studi yang dipersiapkan dapat terwadahi dalam satu skema akreditasi," ujarnya.

Sri Harini menjelaskan, akreditasi internasional tidak hanya menjadi pengakuan terhadap mutu institusi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, terutama yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri maupun memasuki dunia kerja internasional.

"Kami mempersiapkan ini untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ataupun apply pekerjaan. Mahasiswa akan lebih mudah mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik yang membutuhkan kolaborasi internasional karena program studinya sudah dikenal secara global," katanya.

Sebanyak 22 program studi yang akan mengikuti akreditasi dibagi ke dalam dua klaster. Klaster Pedagogical Science and Teaching Training mencakup 11 program studi di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Sementara klaster Islamic Law, Islamic Economics, Theological Studies, and Applied Science meliputi 11 program studi yang berasal dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Syariah, Pascasarjana, serta Fakultas Sains dan Teknologi.

Menurut Sri Harini, proses menuju akreditasi internasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya peningkatan student mobility serta penguatan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan mitra internasional.

Ia berharap, melalui akreditasi internasional tersebut, lulusan UIN Malang memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja global.

"Harapannya, mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja yang bergantung pada lapangan pekerjaan di dalam negeri, tetapi mampu memperoleh peluang kerja yang lebih luas tanpa dibatasi wilayah," pungkasnya.

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang Akreditas Internasional Acquin Akreditas Uin Malang Akreditasi Acquin Sri Harini Berita Uin Maliki Info Uin Maliki