Ganti Kesan Mistis Jadi Menyenangkan, Warek 4 UB Ungkap Transformasi Museum Anatomi FK

17 Oktober 2026 17:48 17 Okt 2026 17:48

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ganti Kesan Mistis Jadi Menyenangkan, Warek 4 UB Ungkap Transformasi Museum Anatomi FK

Wakil Rektor 4 UB, Andi Kurniawan mengelilingi Museum Anatomi FK UB. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Wakil Rektor 4 Universitas Brawijaya (UB), Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc., menegaskan pentingnya penguatan fasilitas Museum Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UB sebagai pusat stimulasi riset dan inovasi kesehatan nasional, bukan sekadar media pembelajaran konvensional. 

Hal tersebut disampaikannya dalam peresmian fasilitas penunjang penelitian di Museum Anatomi FK UB yang berkolaborasi dengan The Bagong Adventure Museum Tubuh, Jawa Timur Park Group, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sinergi ini juga digelar untuk memperingati World Anatomy Day dan Hari Museum Indonesia.

Menurut Andi, kedua pihak memiliki kesamaan visi dan misi, sehingga sinergi ini diharapkan dapat membawa dampak positif baik bagi internal akademisi maupun masyarakat umum.

"Harapan kita bisa melahirkan paket yang saling melengkapi dan lebih komplit, baik untuk bagian dari proses pendidikan yang ada Universitas Brawijaya, ataupun edukasi ke masyarakat," ujar Andi.

Foto Wakil Rektor 4 UB, Andi Kurniawan, S.Pi., M.Eng., D.Sc. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Wakil Rektor 4 UB, Andi Kurniawan. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Ia menambahkan, kolaborasi ini merupakan bentuk implementasi kebijakan nasional dalam menciptakan kemandirian inovasi, khususnya di bidang kedokteran dan kesehatan. Oleh karena itu, FK UB tidak hanya menjadikan Museum Anatomi sebagai media pembelajaran, melainkan juga sebagai stimulasi dari riset yang bisa dilakukan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Museum Anatomi FK UB juga memiliki hubungan baik dengan calon pendonor. Dengan demikian, kehadiran fasilitas di Museum Anatomi FK UB diharapkan bisa lebih mendekatkan proses pendidikan di kampus dengan riset yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Selain itu, FK UB terus membina hubungan baik dengan para calon pendonor tubuh (cadaver). Kehadiran fasilitas terpadu di Museum Anatomi diharapkan mampu menjembatani riset akademis dengan kebutuhan nyata di masyarakat.

"Saya punya keyakinan bahwa berbagai inovasi kesehatan benar-benar sangat tergantung dari advance mutakhirnya pengetahuan kita tentang anatomi," tutur Andi Kurniawan.

Menjawab tantangan menurunnya minat generasi muda berkunjung ke museum, Andi menjelaskan bahwa Museum Anatomi FK UB kini mengusung konsep pembelajaran aktif.

Dalam kurun 2–3 tahun terakhir, Museum Anatomi FK UB telah bertransformasi secara progresif dengan gaya penyampaian yang interaktif dan ramah anak muda. Saat ini, UB juga tengah menginstalasi teknologi mutakhir agar dapat diakses oleh publik secara luas.

"Apalagi anatomi, kesannya kan anatomi sering menakutkan, sering dihubungkan dengan hal-hal mistis misalnya. Nah kita coba hadirkan anatomi sebagai bagian pembelajaran edukasi yang kontekstual dan tidak menyeramkan, kalau bisa menyenangkan," jelas Andi Kurniawan.

Melalui kolaborasi bersama The Bagong Adventure Museum Tubuh, FK UB berkomitmen untuk terus berupaya mengembangkan ilmu-ilmu kedokteran dengan menghadirkan fasilitas penunjang penelitian yang lengkap.(*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas Brawijaya Fakultas Kedokteran Kampus Malang Kota Malang FK UB Museum Anatomi Museum Bagong jawa timur park Jatim Park 1