KETIK, MALANG – Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPAMA) meminta Pemerintah Kota Malang segera memperbaiki bangunan pasar. Namun, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut penolakan dari sebagian pedagang masih menjadi kendala.
Wahyu menjelaskan telah bertemu dengan HIPAMA untuk menindaklanjuti progres rencana perbaikan Pasar Besar. Langkah ini diambil mengingat banyak bagian bangunan yang mulai retak, bocor, dan beberapa kali roboh.
"HIPAMA hanya ingin mempertanyakan kira-kira progresnya seperti apa. Kami sampaikan bahwa selama ini masih ada ketidaksinkronan (pedagang) antara setuju dan tidak setuju, itu kita akan sulit untuk menyelesaikan permasalahan untuk pembangunan Pasar Besar," ujar Wahyu, Sabtu 5 September 2026.
Menurut Wahyu, pedagang diminta menyelesaikan persoalan internal terlebih dahulu untuk mencapai kesepakatan bersama. Salah satu skema perbaikan yang mencuat adalah Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Namun, skema tersebut baru dapat terlaksana jika para pedagang sudah satu suara menyetujui pembangunan Pasar Besar.
"Kemarin kita harapkan memang kita menggunakan model KPBU dan ini pun nanti mereka akan memberikan solusi dari KPBU dengan pembiayaan untuk bisa ada pendekatan. Tapi pendekatannya juga harus sejalan, jangan sampai ada pro dan kontra. Kalau masih ada pro dan kontra, kita tidak akan selesai-selesai," katanya.
Menurutnya, ketidaksinkronan suara antarpedagang justru menghambat kelanjutan nasib renovasi maupun pembangunan Pasar Besar. Wahyu juga mengaku persoalan tersebut berdampak pada Detail Engineering Design (DED) yang hingga kini belum tersentuh.
"Ya kita hanya perbaikan kecil-kecilan, tentu tidak signifikan kalau melihat kondisi Pasar Besar saat ini. Kami berharap sampingkanlah kepentingan pribadi, ini adalah kepentingan bersama. Kita akan melihat apabila ada pro dan kontra, tidak akan selesai-selesai terkait dengan Pasar Besar," tuturnya.(*)
