KETIK, MALANG – Penggunaan lahan milik Universitas Negeri Malang (UM) untuk 3 sekolah di Kota Malang bakal berakhir pada tahun 2027. Pemkot Malang masih menyiapkan beberapa skenario agar siswa tidak terdampak, salah satunya dengan tukar guling aset milik daerah.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan koordinasi akan kembali dilakukan bersama pihak UM. Menurutnya, dalam skema tukar guling, Pemkot Malang akan menyediakan lahan milik daerah yang berada di lokasi lain untuk ditukar dengan aset UM tersebut.
"Nanti apabila perlu tukar guling, supaya sekolahnya tetap di sana, ada lahan aset Pemkot Malang yang perlu kita tukar gulingkan. Nah ini skenario-skenario tapi sementara pada saat rapat memang kita dipersilakan untuk menggunakan aset tersebut," ujarnya, Senin, 12 Oktober 2026.
Pasalnya, dalam koordinasi sebelumnya, 3 sekolah yakni SDN Sumbersari 3, SDN Percobaan 1, dan SMPN 4 Kota Malang diperbolehkan untuk menempati lahan milik UM hingga tahun 2027. Pemkot Malang pun masih harus melakukan kajian sebelum memutuskan apakah sekolah tetap berada di lokasi saat ini atau direlokasi ke tempat lain.
"Ini kan ada pertimbangan-pertimbangan apabila kita pindah. Tapi mudah-mudahan ada kebijakan baru dari pihak UM. Dalam waktu dekat ini kita akan koordinasi lagi karena kan 2027 sudah sebentar lagi," lanjutnya.
Wahyu menyoroti beberapa dampak yang dikhawatirkan muncul apabila harus relokasi ketiga sekolah tersebut. Salah satunya dampak terhadap sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.
"Mau tidak mau, kalau tempatnya jauh, siswa juga akan ada biaya lagi yang dikeluarkan. Termasuk selama ini kita masih menggunakan sistem zonasi, yang berarti (siswanya merupakan) warga di sekitar sekolah," ungkapnya.
Upaya penyelesaian persoalan terebut terus dikaji agar tidak merugikan siswa maupun mengganggu keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Wahyu berharap dalam pembahasan tersebut menemukan solusi jangka panjang.
"Kalau memang boleh, kita ada beberapa skenario, ya, dengan kita akan menyediakan lahan di tempat lain milik aset Pemkot yang nanti akan jadi asetnya UM. Jangan sampai ada siswa yang akhirnya jadi korban," pungkasnya.(*)
