KETIK, MALANG – Sebanyak 10 SD Negeri di Kota Malang kekurangan calon murid baru di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Bahkan mayoritas sekolah yang kekurangan calon murid tersebut berada di tengah Kota Malang.
Kondisi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim. Menurutnya persebaran SD Negeri yang kekurangan murid baru cukup merata di tiap kecamatan.
Ia menjelaskan, saat ini terjadi perubahan kondisi di wilayah perkotaan. Kecenderungan wilayah tengah kota mulai beralih digunakan sebagai kos-kosan, bukan rumah hunian warga.
"Merata, justru di tengah kota banyak karena kami melihat sekarang ini tengah kota bukan lagi sebuah wilayah hunian, tetapi untuk fungsi lain. Wilayah hunian ada di pinggir-pinggir kota. Kebanyakan yang di tengah banyak kos-kosan," ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.
Persoalan tersebut dinilai tak hanya terjadi di Kota Malang saja, namun beberapa daerah di Indonesia juga mengalami hal serupa. Persebaran SD Negeri yang relatif banyak menjadikan beberapa sekolah kekurangan calon murid baru
"Ada beberapa yang memang kekurangan murid. Dalam artian ternyata secara nasional juga banyak SD negeri yang kekurangan murid, tidak hanya di Kota Malang saja. Mungkin banyaknya SD di kota-kota," katanya.
Adhim menyebutkan mayoritas sekolah tersebut hanya mendapatkan 5-6 calon murid baru dalam satu rombongan belajar. Jumlah tersebut jauh di bawah pagu normal yang ditetapkan sebanyak 28 siswa per kelas sesuai ketentuan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
"Kekurangannya ada yang terisi hanya 5-6, karena kalau secara normal kan pagunya 28 per kelas. Ini sesuai Dapodik, kalau lebih dari 28 tidak diakui di Dapodik. Tetapi jumlahnya tidak yang hanya 1-2 siswa saja, lebih dari 5 siswa," tuturnya. (*)
.png)