KETIK, MALANG – Third Wave Coffee membawa dampak cukup besar bagi di Kota Malang. Salah satunya fenomena kopi gerobak keliling yang mulai menjamur dan mudah ditemui di tiap sudut kota.
Gelombang ketiga kopi tersebut membuat kopi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap kopi membuka peluang bisnis untuk terus menciptakan inovasi baru.
Fenomena kopi gerobak keliling kini hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengkonsumsi kopi tanpa perlu jauh-jauh datang ke kedai kopi. Tomi Nugroho, Senior Trainer di Bekasbaru Malang menjelaskan setiap penikmat kopi memiliki seleranya sendiri.
"Starling ataupun kopi gerobak, mereka punya pasar masing-masing. Tidak akan sama ataupun bertubrukan dengan segmentasi pembeli kopi dari kafe. Mereka sudah punya market dan jemput bola," ujarnya, Minggu 6 April 2025.
Menurutnya kopi merupakan dunia yang luas dan tak ada batasan untuk menikmatinya. Pelaku usaha kopi gerobak keliling memiliki target market orang-orang yang membutuhkan fleksibilitas. Biasanya menyasar pegawai kantoran maupun anak muda yang tidak memiliki banyak waktu untuk ke kedai kopi.
Dalam kopi gerobak keliling, biasanya telah menyediakan kopi yang sudah dikemas. Tidak membutuhkan waktu lama bagi pembeli untuk segera menikmatinya dengan harga yang cukup terjangkau.
"Kopi itu tidak ada yang salah ataupun benar, gak harus ini dan itu. Kopi jadi sesuatu yang bisa dikembangkan, diinovasi lebih dan menjadi lifestyle. Mereka menyasar orang yang butuh fleksibilitas, akses gampang dan terjangkau," lanjutnya.
Tak jarang kopi yang dijual pada gerobak keliling hanya dibanderol harga kurang dari Rp 10.000 tiap gelasnya. Bahkan hanya bermodal kopi saset seperti yang dijual oleh pedagang starling pun, tetap memiliki peminat masing-masing.
"Mungkin ada yang harganya mahal, rasanya enak, ataupun beans dari luar negeri. Itu berarti memang mencintai seni dan kopi. Tidak ada yang salah, semua punya preferensi masing-masing dan tujuannya sama yaitu ngopi," ucapnya. (*)
Fenomena Kopi Gerobak Keliling Menjamur di Kota Malang, Imbas dari Third Wave Coffee
6 April 2025 18:30 6 Apr 2025 18:30
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Kopi gerobak keliling yang menjamur di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Kopi Gerobak Keliling Kota Malang Fenomena Ngopi Ngopi Budaya Kopi Cara NgopiBaca Juga:
Kota Malang Jadi Pilot Project Digitalisasi Perlindungan Sosial, Dispendukcapil Akselerasi IKDBaca Juga:
Besok! Bazar Lele Murah Koperasi Merah Putih Cemorokandang, Anggota Dapat Gratis 1 KgBaca Juga:
22 Seniman Lintas Daerah Suguhkan Ruang Kontemplasi dalam Pameran Mukadimah di Art Meru Kota MalangBaca Juga:
Inflasi Kota Malang Juni 2026 Capai 0,34 Persen, Harga BBM Jadi PemicuBaca Juga:
Rayakan HUT ke-19, Rektor Ma Chung Tekankan Visi Menjadi Teladan MasyarakatBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
4 Juli 2026 17:27
22 Seniman Lintas Daerah Suguhkan Ruang Kontemplasi dalam Pameran Mukadimah di Art Meru Kota Malang
4 Juli 2026 16:20
Inflasi Kota Malang Juni 2026 Capai 0,34 Persen, Harga BBM Jadi Pemicu
4 Juli 2026 13:52
760 Mahasiswa Filkom UB Terjun ke Blitar, Kawal Transformasi Digital Desa
4 Juli 2026 10:55
Dari Barista hingga Gizi Keliling, FBiPK UB Luncurkan Program Pemberdayaan Berbasis Kampung Lingkar Kampus
3 Juli 2026 19:35
Maruarar Sirait Pastikan Negara Upayakan Kota Malang Bebas Rumah Tak Layak Huni pada 2026
.png)