KETIK, KEDIRI – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri dan Madiun kembali menyelenggarakan Financial Journalist Class Sesi 4 sebagai upaya memperkuat sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Mengusung tema “Sinergi Industri Jasa Keuangan dan Media dalam Mendukung Ekonomi Kreatif serta Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan melalui Kediri FinFest 2026”, kegiatan tersebut membahas dukungan industri jasa keuangan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta penyelenggaraan Kediri Financial Festival (FinFest) 2026.
Berlangsung di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Selasa 20 Oktober 2026, Financial Journalist Class Sesi 4 tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri Area Kediri, BNI Area Kediri, Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya, dan Kantor OJK Kediri.
Dalam paparannya, Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Kediri, Arie Kusuma mengangkat tema tentang “Pemberdayaan Berkelanjutan, Kontribusi Nyata Bank Mandiri untuk Kemandirian UMKM Kediri”. Bank Mandiri Area Kediri mendukung transformasi transaksi digital melalui 399.711 pengguna Livin’ by Mandiri dan 2.981 pengguna Kopra by Mandiri, serta mendorong digitalisasi pembayaran UMKM melalui 15.105 pengguna QRIS Livin’ Merchant dan 1.332 pengguna mesin EDC di wilayah Karesidenan Kediri.
Hingga September 2026, penyaluran kredit pada segmen ritel tercatat mencapai Rp3.035 miliar. Selain itu, Bank Mandiri mengembangkan layanan investasi emas melalui Tabungan Emas yang memungkinkan transaksi jual beli emas secara digital melalui Livin’ by Mandiri, produk Cicil Emas, KSM Emas, serta ATM Emas yang memungkinkan nasabah mencetak emas fisik secara real-time sesuai gramasi yang diinginkan.
Dukungan sama juga dipaparkan Area Head 3 BNI Kantor Wilayah 18 Malang, Abiwodo mengenai dukungan BNI terhadap pengembangan UMKM melalui program BNI XPORA. Program ini merupakan bentuk komitmen BNI dalam mendorong UMKM untuk naik kelas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha, termasuk untuk memasuki pasar internasional.
Melalui dukungan penguatan kapasitas usaha, perluasan jaringan pemasaran, serta pemanfaatan ekosistem dan layanan keuangan digital, BNI XPORA diharapkan dapat membantu pelaku UMKM di Kediri, Madiun, dan sekitarnya mengoptimalkan potensi usaha serta memperluas jangkauan pasar.
Dalam hal ini, sinergi antara perbankan, pemerintah, regulator, dunia usaha, dan media juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengenai peran LPS dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan serta pelaksanaan fungsi penjaminan simpanan di wilayah Kediri dan sekitarnya.
Pada Agustus 2026, nominal simpanan bank umum di Jawa Timur mencapai Rp848,9 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan, dengan Kota Kediri mencatat nominal simpanan terbesar di wilayah Kediri dan sekitarnya sebesar Rp27,35 triliun, diikuti Kabupaten Tulungagung sebesar Rp12,84 triliun dan Kabupaten Kediri sebesar Rp10,75 triliun.
Hingga 30 September 2026, LPS telah menangani klaim penjaminan simpanan pada 20 BPR/BPRS yang dicabut izin usahanya di Jawa Timur. Dari total simpanan yang ditetapkan sebesar Rp1,68 triliun, sebanyak Rp1,66 triliun atau 98,87% dinyatakan layak bayar, dengan pembayaran klaim sebesar Rp392,90 miliar.
LPS juga mengingatkan masyarakat untuk memenuhi persyaratan penjaminan simpanan yang dikenal dengan prinsip 3T, yaitu simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.
Kepala OJK Kediri, Ismirani Saputri mengatakan, pemaparan materi yang disampaikan para narasumber tersebut diharapkan dapat menambah literasi insan pers dalam menyuguhkan pemberitaan edukasi kepada masyarakat tentang peran industri jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami berharap rekan media memperoleh wawasan mengenai kontribusi industri jasa keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses keuangan bagi pelaku usaha, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan jasa keuangan," kata Ismirani.
Sejalan dengan itu, lanjut Ismirani, OJK Kediri bakal menggelar Kediri Financial Festival (FinFest) 2026 yang akan diselenggarakan di Balai Kota Kediri, 24–25 Oktober 2026.
Mengusung tema “Transforming Creativity into Digital Economic Value”, Kediri FinFest 2026 menekankan pentingnya mengembangkan kreativitas menjadi nilai ekonomi melalui pemanfaatan teknologi dan ekosistem digital.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 sekaligus menjadi puncak penyelenggaraan program Duta Literasi Keuangan OJK Kediri Tahun 2026.
Kediri FinFest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain pameran produk dan layanan jasa keuangan, pameran produk UMKM, edukasi keuangan, serta beragam kompetisi dan hiburan.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal produk dan layanan jasa keuangan, memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, serta mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di daerah. FinFest juga menjadi wadah kolaborasi antara industri jasa keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan," imbuhnya.
Ismirani menambahkan, melalui Financial Journalist Class Sesi 4, FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun berharap sinergi antara industri jasa keuangan dan insan pers semakin kuat sehingga informasi mengenai produk, layanan, dan perkembangan sektor jasa keuangan dapat tersampaikan secara edukatif, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kolaborasi ini diharapkan turut mendukung pengembangan ekonomi kreatif, memperluas akses keuangan, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Kediri dan Madiun Raya," pungkasnya.(*)
