KETIK, KEDIRI – Sebanyak enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan setelah insiden kecelakaan antara KA Logawa dengan sebuah truk di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 103 KM 126+428 petak jalan Bagor–Saradan, Kabupaten Nganjuk, Kamis, 9 Juli 2026.
Kecelakaan yang terjadi pada siang hari itu sempat melumpuhkan jalur hulu dan hilir perkeretaapian sebelum akhirnya berhasil dinormalisasi beberapa jam kemudian.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan jalur kereta api kembali dapat dioperasikan mulai pukul 16.30 WIB setelah sebelumnya dilakukan proses evakuasi dan penanganan di lokasi kejadian.
"Berkat kerja sama seluruh petugas di lapangan, jalur hulu dan hilir telah berhasil dibuka kembali sehingga dapat dilalui perjalanan kereta api dengan kecepatan terbatas 5 kilometer per jam demi menjamin keselamatan operasional," kata Tohari.
Ia menegaskan, KAI Daop 7 Madiun tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap tahapan penanganan gangguan perjalanan kereta api.
"KAI Daop 7 Madiun akan tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap proses penanganan. Seluruh langkah pemulihan dilakukan sesuai prosedur operasional dan standar keselamatan perkeretaapian hingga perjalanan kereta api dapat kembali berjalan normal," ujarnya.
Akibat insiden tersebut, enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan dengan durasi yang bervariasi.
KA 154 Ranggajati mengalami keterlambatan selama 131 menit. Sementara KA 6 Argo Semeru kembali diberangkatkan dari Stasiun Saradan pada pukul 16.36 WIB dengan keterlambatan 99 menit.
Selanjutnya, KA 10 Argo Wilis berangkat kembali dari Stasiun Caruban pukul 16.37 WIB dengan keterlambatan 58 menit.
Keterlambatan paling lama dialami KA 247 Logawa yang diperkirakan berangkat dari Stasiun Bagor pada pukul 17.45 WIB dengan estimasi keterlambatan mencapai 192 menit.
Selain itu, KA 151 Brantas diberangkatkan kembali dari Stasiun Nganjuk pukul 16.28 WIB dengan keterlambatan 92 menit, sedangkan KA 251B Jayakarta berangkat dari Stasiun Nganjuk pukul 16.41 WIB dengan keterlambatan 79 menit.
Tohari memastikan KAI akan memberikan service recovery kepada pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Sesuai ketentuan yang berlaku, KAI akan terus memberikan service recovery kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan akibat kejadian tersebut," katanya.
KAI Daop 7 Madiun juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan operasional tersebut.
Selain itu, KAI turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sopir truk dalam kecelakaan tersebut serta mendoakan korban lain yang mengalami luka agar segera pulih.
"Kami turut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya sopir truk dan turut prihatin terhadap pengguna jalan raya yang saat ini mengalami luka dan dalam penanganan pihak rumah sakit terdekat," ujar Tohari.
Sebagai langkah pencegahan, KAI kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang.
"Berhenti sejenak, tengok kiri dan kanan, pastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta dahulukan perjalanan kereta api. Kedisiplinan pengguna jalan merupakan kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang," pungkasnya.(*)
.png)