KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan meluncurkan armada layanan kesehatan bernama “Mobil Cinta” pada Kamis, 8 Oktober 2026. Armada tersebut akan mengantar pasien tidak mampu dari rumah sakit menuju rumah masing-masing secara gratis.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan rencana tersebut seusai menghadiri Rapat Paripurna III DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Penjelasan Raperda APBD Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2027, Senin, 5 Oktober 2026.
"Hari Kamis insyaallah, nanti akan ada mobil cintanya mengantarkan pasien yang tidak mampu dari rumah sakit ke rumahnya masing-masing gratis, itu untuk warga yang tidak mampu," kata dia.
Gus Fawait mengatakan kehadiran Mobil Cinta menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember menyempurnakan pelayanan dasar bagi masyarakat. Pemerintah daerah sebelumnya telah menjalankan sejumlah program di sektor kesehatan.
"Pelayanan dasar Kabupaten Jember itu di antaranya kesehatan, kita sudah punya UHC, kemudian juga home care," tuturnya.
Selain layanan kesehatan, Pemkab Jember juga akan menggandeng Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk menyosialisasikan program SMK Go Global pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Gus Fawait menjelaskan SMK Go Global merupakan program pemerintah yang menyasar masyarakat kurang mampu, termasuk pelajar jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA), maupun sekolah menengah atas (SLTA) sederajat.
"Mereka akan diberi pelatihan bahkan nanti pemerintah pusat, Kementerian P2MI dan Pemkab, akan berkolaborasi mengirim mereka untuk bekerja di sektor-sektor produktif," ujarnya.
Program tersebut juga membuka peluang bagi peserta untuk bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di sejumlah negara tujuan, di antaranya Malaysia, Yunani, dan negara-negara Eropa.
"Mudah-mudahan setelah dari Malaysia, kita bisa ngirim anak-anak usia produktif, khususnya mereka dari keluarga tidak mampu, bisa bekerja menjadi PMI di tempat yang layak secara legal dan itu dikawal oleh pemerintah," tegasnya. (*)
