KETIK, JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan pemerintah di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tim gabungan masih melakukan pemadaman di darat dan dari udara. Petugas juga rutin patroli, serta berbagai upaya untuk mencegah kebakaran meluas.
Penanganan tersebut melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan pihak terkait lainnya.
Pemerintah juga memperkuat penanganan di enam provinsi, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
Melansir dari Instagram @bnpb_indonesia, untuk membantu pemadaman dari udara, pemerintah menurunkan 64 unit armada udara di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Armada tersebut terdiri dari helikopter patroli, pesawat CASA untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api dari udara.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang menggunakan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Senin, 21 September 2026 pukul 21.10 WIB, tercatat 688 hotspot atau titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut turun 844 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.532 titik panas. Di enam provinsi yang menjadi perhatian utama, jumlah titik panas juga turun dari 1.417 menjadi 360 titik.
Meski jumlahnya menurun, titik panas yang terlihat dari satelit tidak selalu berarti kebakaran. Karena itu, setiap titik tetap perlu dilakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan apakah benar terjadi kebakaran.
Di Kalimantan Tengah, pemerintah juga melakukan penanganan langsung terhadap area yang terbakar. Dari sekitar 180 hektare lahan yang terbakar, sekitar 150 hektare sudah berhasil dipadamkan, sedangkan sekitar 30 hektare masih dalam penanganan.
Selain itu, pemerintah mencabut izin lima perusahaan dengan total luas konsesi sekitar 92.464 hektare. Dari lima konsesi tersebut, tercatat sekitar 1.169 hektare area yang terbakar.
Kondisi kabut asap juga masih berdampak pada sejumlah wilayah. Di Kalimantan Tengah, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut sempat hanya sekitar 400 meter pada Senin pagi, sehingga menyebabkan penundaan hingga pembatalan sejumlah penerbangan.
Masyarakat diminta untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap atau api, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan bisa segera dilakukan. (*)
