KETIK, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menargetkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia dilakukan secepat mungkin.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kebakaran terhadap masyarakat.
“Secepat mungkin, jangan sampai rakyat terus terdampak,” kata Kristomei, Kamis, 15 Oktober 2026.
Untuk mempercepat penanganan, Kristomei mengatakan akan melakukan konsolidasi dan memperkuat internal BNPB. Upaya tersebut dilakukan agar koordinasi dan langkah penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.
Berdasarkan laporan Kepala BNPB yang lama per 12 Oktober 2026, luas lahan yang masih terbakar mencapai 639,23 hektare di sejumlah wilayah Indonesia.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi di beberapa provinsi, di antaranya Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Namun ia mengaku akan mengecek ulang laporan tersebut. Sebab, banyak masyarakat yang tidak percaya laporan yang disampaikan Kepala BNPB lama, Suharyanto.
"Saya konsolidasi internal dulu. Saya cek dulu data fakta yang ada," pungkasnya. (*)
