Menkes: Warga Terdampak Abu Anak Krakatau Sepekan Ini Jangan Keluar Rumah

7 September 2026 20:29 7 Sep 2026 20:29

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Menkes: Warga Terdampak Abu Anak Krakatau Sepekan Ini Jangan Keluar Rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan laporan terkait dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026. (Foto: BPMI Setpres)

KETIK, JAKARTA – Masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama sepekan untuk menghindari risiko gangguan kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan laporan mengenai dampak kesehatan erupsi Gunung Anak Krakatau kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Budi menjelaskan, gangguan pernapasan menjadi risiko kesehatan utama akibat paparan abu vulkanik.

Kandungan silika dalam abu vulkanik disebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan berpotensi merusak paru-paru.

“Masalah kesehatannya memang nomor satu adalah pernapasan, Bapak Presiden. Karena itu ada silikanya yang bisa merusak paru-paru. Jadi memang diharapkan bagi kami kementerian/sektor kesehatan, sebaiknya seminggu ini jangan keluar rumah. Kalaupun keluar rumah, mesti memakai masker,” ujar Budi.

Selain saluran pernapasan, paparan abu vulkanik juga berpotensi mengganggu kesehatan mata.

Partikel abu yang masuk ke mata dapat menimbulkan gangguan sehingga masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan pelindung mata.

“Masalah kesehatan yang kedua adalah mata, Bapak Presiden, karena bisa masuk ke mata. Jadi sebaiknya jangan keluar rumah juga. Kalau keluar rumah, mesti memakai kacamata,” kata Budi.

Budi juga mengingatkan masyarakat mengenai risiko iritasi pada kulit.

Partikel abu vulkanik yang menempel pada kulit dapat menimbulkan iritasi sehingga perlindungan tubuh juga diperlukan ketika berada di luar rumah.

“Masalah yang ketiga adalah masalah kulit, karena debunya nempel dan itu tajam. Itu sebaiknya jangan keluar rumah juga Bapak Presiden. Dan kalau keluar rumah, diharapkan memakai baju panjang dan celana panjang,” tutur Budi.

Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengikuti informasi dan arahan resmi selama kondisi erupsi masih berlangsung.

Pembatasan aktivitas di luar rumah serta penggunaan perlindungan untuk pernapasan, mata, dan kulit menjadi langkah yang dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Mungkin itu saja khusus intervensi kami bagi masyarakat yang terkena dampak dari erupsi,” ujar Budi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gunung anak krakatau abu vulkanik kesehatan Budi Gunadi Sadikin Erupsi gunung api Berita Jakarta info jakarta