Tentara Korea Selatan Diskors Dua Bulan, 64 Kali Tinggalkan Pos demi Beri Makan Kadal

21 Oktober 2026 00:20 21 Okt 2026 00:20

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Tentara Korea Selatan Diskors Dua Bulan, 64 Kali Tinggalkan Pos demi Beri Makan Kadal

Ilustrasi prajurit militer Korea Selatan saat bertugas. Seorang letnan dua dijatuhi skorsing dua bulan setelah berulang kali meninggalkan pos tanpa izin. (Foto: AFP)

KETIK, JAKARTA – Seorang prajurit Korea Selatan berpangkat letnan dua dijatuhi hukuman skorsing selama dua bulan setelah berulang kali meninggalkan pos tugas tanpa izin.

Salah satu alasannya, ia ingin memberi makan kadal peliharaannya.

The Korea Herald melaporkan, prajurit tersebut tercatat meninggalkan pos tugas sebanyak 64 kali selama hari kerja dalam kurun waktu 10 bulan.

Selain pelanggaran tersebut, ia juga terbukti melakukan sejumlah tindakan tidak pantas terhadap prajurit bawahannya.

Pengadilan Distrik Busan pada 15 Oktober menguatkan hukuman skorsing yang dijatuhkan kepada letnan tersebut.

Keputusan itu mempertimbangkan berbagai pelanggaran disiplin yang dilakukannya selama bertugas.

Dalam kesaksian di persidangan, seorang komandan penjaga gerbang menyebut letnan tersebut mengaku meninggalkan pos dengan alasan ingin memberi makan kadal peliharaannya dan mencuci mobil.

Pelanggaran yang dilakukan prajurit itu tidak hanya berkaitan dengan ketidakhadiran tanpa izin.

Selama Oktober 2023 hingga November 2024, ia juga tercatat menunda persetujuan terhadap 698 permohonan izin rekreasi, menginap, dan cuti yang diajukan oleh 26 prajurit.

Penundaan tersebut mengakibatkan sejumlah prajurit gagal mendapatkan tiket kereta khusus militer sehingga harus menggunakan uang pribadi untuk perjalanan mereka.

Catatan pengadilan juga menyebut letnan tersebut pernah melontarkan perkataan kasar kepada seorang prajurit yang mengajukan permohonan penugasan ulang karena mengalami sakit punggung.

Alih-alih memberikan tanggapan yang sesuai, ia menyarankan prajurit tersebut mengajukan pemberhentian dengan alasan sakit jiwa.

Selain itu, ia disebut menunda proses promosi sejumlah prajurit karena terlambat menggelar sesi wawancara empat mata yang diperlukan dalam proses tersebut.

Pengadilan menyatakan tingkat keparahan pelanggaran disiplin militer dapat berujung pada pemecatan, sedangkan beberapa jenis pelanggaran lainnya dapat berakibat pada pengusiran dari dinas militer.(*)

Tombol Google News

Tags:

Tentara Korea Selatan Militer Korea Selatan Skorsing Prajurit Pelanggaran disiplin Pengadilan Distrik Busan Kadal Peliharaan Berita Internasional Info Internasional