KETIK, JAKARTA – Presiden Iran Massoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut akan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara pengekspor gas dan membahas kerja sama ekonomi serta sejumlah persoalan geopolitik.
Rencana pertemuan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali. Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa Pezeshkian akan mengunjungi Moskow untuk menghadiri KTT yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.
"Presiden Iran akan mengunjungi Moskow untuk menghadiri KTT negara-negara pengekspor gas yang akan berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober," demikian laporan Tasnim yang dikutip AFP, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Jalali menyebut kedua pemimpin akan memanfaatkan pertemuan tersebut untuk membahas sejumlah agenda bilateral dan internasional.
"Kedua pemimpin akan membahas kerja sama ekonomi serta masalah geopolitik," tambah Jalali dalam laporan tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat, 23 Oktober 2026, juga mengisyaratkan bahwa pembicaraan antara Teheran dan Moskow akan berlangsung pekan depan dengan kehadiran kedua presiden.
Pertemuan itu berlangsung di tengah upaya Iran dan Rusia memperkuat komunikasi diplomatik, terutama ketika ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov diketahui mengunjungi Iran pada pekan ini. Kunjungan tersebut menjadi yang pertama sejak perang di Timur Tengah dimulai, sebagaimana dilaporkan dalam informasi yang disampaikan terkait perkembangan diplomatik kedua negara.
Pada awal Oktober 2026, Putin menyatakan Rusia siap berpartisipasi dalam upaya mediasi untuk mengakhiri perang yang disebut dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel pada Februari 2026.
Sementara itu, negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan. Kondisi tersebut diperburuk oleh ancaman Amerika Serikat dan Israel untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Pertemuan Pezeshkian dan Putin di Moskow pun menjadi salah satu agenda diplomatik yang akan disorot, mengingat pembahasannya mencakup kerja sama ekonomi sekaligus perkembangan geopolitik di tengah ketegangan regional.(*)
