Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Sempat Ditutup, Satu Kembali Dibuka

7 September 2026 20:20 7 Sep 2026 20:20

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Sempat Ditutup, Satu Kembali Dibuka

Antrean penumpang di bandara. (Foto: Istimewa)

KETIK, JAKARTA – Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan hingga menyebabkan delapan bandara sempat ditutup sementara.

Pemerintah kemudian membuka kembali Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam setelah hasil evaluasi menunjukkan bandara tersebut sudah tidak terdampak abu vulkanik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kondisi tersebut saat melaporkan perkembangan penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

“Semula kami telah menutup operasional sementara 8 bandara yang terdampak, yaitu Soekarno Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten, Budiarto, Husein Sastranegara, Taufiq Kemas, Pondok Cabe, dan Bandara Atungbungsu, Pagar Alam. Namun per pagi ini kami telah membuka kembali Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Bapak Presiden. Karena dari hasil evaluasi kami bahwa Atung Bungsu sudah tidak terdampak lagi dengan abu vulkanik,” ucap Dudy.

Pemerintah masih memantau pergerakan abu vulkanik melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Volcanic Ash Advisory Center (VAAC). Pengujian menggunakan paper test juga dilakukan secara berkala di sejumlah bandara untuk memastikan kondisi permukaan bandara.

Dudy mengatakan Bandara Soekarno-Hatta telah menjalani empat kali paper test dengan hasil negatif.

Namun, pemerintah belum langsung membuka kembali operasional bandara tersebut karena masih mempertimbangkan perubahan arah angin yang dapat memengaruhi sebaran abu vulkanik.

“Dapat kami laporkan bahwa Bandara Soekarno Hatta sudah kami lakukan sebanyak empat kali pengetesan atau paper test, dan kami temukan hasilnya negatif. Namun demikian, kami tidak langsung serta-merta kami buka pada saat ini Bapak Presiden, karena kami ingin memastikan betul mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi gangguan penerbangan, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif, di antaranya Kertajati, Juanda, Ahmad Yani, Adi Sumarmo, dan Yogyakarta.

Selain itu, sebanyak 10 bandara disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam guna menampung pengalihan penerbangan dan mempercepat pemulihan jadwal penerbangan.

“Kami juga menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam Bapak Presiden untuk bisa menampung pengalihan penerbangan, dan juga mempercepat pemulihan jadwal penerbangan,” kata Dudy.

Sejumlah maskapai juga melakukan penyesuaian operasional, termasuk menambah penerbangan dan menggunakan pesawat berbadan lebar untuk mengakomodasi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.

Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan akibat kondisi tersebut, pemerintah memberikan pengembalian biaya tiket secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terhadap penumpang kami memberikan haknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di mana saat ini kami memberikan 100 persen refund penuh Bapak Presiden terhadap penerbangan yang dibatalkan,” jelas Dudy.

Pemerintah juga menyiapkan transportasi darat gratis untuk membantu perpindahan penumpang menuju dan dari sejumlah bandara alternatif.

Fasilitas tersebut disiapkan InJourney Airports bersama Danantara melalui kerja sama dengan Damri dan PT KAI, dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gunung anak krakatau abu vulkanik penerbangan Bandara Dudy Purwagandhi Berita Jakarta info jakarta