KETIK, CILACAP – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, Novita Wijayanti meresmikan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Novita mengungkapkan jembatan gantung yang diresmikan tersebut memiliki bentangan 60 meter, dengan biaya pembangunan sebesar Rp4,3 miliar.
Adapun jembatan gantung tersebut dibangun lantaran jembatan lama di Desa setempat yang menjadi akses penghubung, rusak akibat banjir dan kondisinya tidak layak untuk dilalui dan sangat beresiko kepada masyarakat yang melaluinya.
"Jadi Pak Kades melalui dewan di kabupaten dan dewan di provinsi menyampaikan aspirasi ke kami untuk adanya kebutuhan jembatan gantung ini," ujar Novita.
"Alhamdulillah saya dari Komisi V dengan Kementerian PU bisa merealisasikan apa yang menjadi usulan Pak Kades dan warga Sindangbarang, dan sekarang sudah bisa dilalui oleh masyarakat," jelasnya.
Usai peresmian oleh Novita Wijayanti, dilakukan foto bersama di jembatan gantung Desa Sindangbarang Karangpucung Cilacap. (Foto: Nani Eko/Ketik.com)
Legislator Fraksi Gerindra ini dalam kesempatannya meminta setelah terbangunnya jembatan gantung tersebut, agar dirawat dan dijaga dengan baik.
"Kita berharap jembatan gantung ini bisa dijaga dengan baik, besi-besinya, baut, mur jangan sampai hilang karena dicuri sama orang yang tidak bertanggung jawab karena itu bisa membahayakan keselamatan dan beresiko pada nyawa masyarakat," kata Novita.
Novita berharap jembatan gantung tersebut bisa dipakai jangka panjang oleh masyarakat, dan bisa memberikan manfaat yang maksimal, berkah untuk semuanya.
Keberadaan jembatan gantung ini juga diharapkan dapat membawa dampak nyata tidak hanya terhadap peningkatan mobilitas saja, namun juga menjadi simpul penggerak ekonomi lokal.
"Yang pasti akses dari Desa Sindangbarang ke Karangpucung menjadi cepat, anak sekolah juga cepat, waktu tempuh juga jadi lebih efektif, efisien, dan kita juga berharap perekonomian semakin meningkat, masyarakat lebih sejahtera, bahagia dan lebih representatif," tandas Novita.
Novita mengimbau kepada masyarakat jangan bergelantungan di jembatan ini bahaya, pengguna dibatasi tidak boleh 40 orang sekaligus, selain itu dilarang dilalui oleh kendaraan roda empat serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan merawatnya. (*)
