KETIK, BLITAR – Di usia yang baru tiga tahun, Enzo Yosef Pratama belum memahami apa arti perjuangan hidup. Balita asal RT 01/RW 01 Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar itu seharusnya menikmati masa kecil dengan bermain dan bercanda bersama teman sebayanya. Namun, hari-harinya justru diwarnai perjuangan melawan penyakit kelainan jantung yang dideritanya sejak usia dini.
Hasil pemeriksaan dokter menyebut Enzo membutuhkan tindakan operasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Prosedur medis itu harus segera dilakukan agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Sayangnya, harapan keluarga sempat tersendat persoalan biaya. Ayah Enzo, Fendi Setyawan, tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, sementara kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk menanggung biaya operasi yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Di tengah keterbatasan tersebut, Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya mengambil langkah cepat. Selain mendampingi proses pengobatan Enzo, yayasan juga mengirimkan surat kepada Bupati Blitar, Rijanto, sebagai bentuk ikhtiar agar balita tersebut memperoleh bantuan.
Respons pun datang.
Mendapat laporan mengenai kondisi salah satu warganya, Rijanto memilih tidak menunggu lama. Bersama beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ia menggalang dana secara sukarela untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya operasi tahap awal.
“Alhamdulillah, semalam bapak bersama beberapa kepala dinas lainnya patungan. Diperkirakan untuk operasi awal sudah bisa tercukupi,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono, Rabu 8 Juli 2026.
Sebelum dirujuk ke Jakarta, Enzo telah menjalani perawatan medis selama lima hari dengan pendampingan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang. Saat ini ia berada di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita sembari menunggu jadwal tindakan operasi.
Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Enzo memerlukan tindakan pemasangan alat pacu jantung. Besarnya biaya menjadi kendala utama sehingga pihak yayasan berupaya mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Blitar.
Kisah Enzo menjadi pengingat bahwa akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Di sisi lain, kepedulian yang lahir dari berbagai pihak menghadirkan secercah harapan bagi keluarga kecil di Desa Resapombo itu.
Bagi kedua orang tuanya, bantuan tersebut bukan sekadar soal biaya operasi. Lebih dari itu, bantuan menjadi harapan agar Enzo dapat melewati masa kritisnya dan kelak tumbuh sehat seperti anak-anak lain seusianya.
.png)