KETIK, BANDUNG – Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung yang juga Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, menilai kaderisasi Fatayat NU harus berujung pada lahirnya perempuan-perempuan muda yang mampu mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Yusuf saat menghadiri Latihan Kader Dasar (LKD) Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Bandung di Pondok Pesantren Sirojul Muhtadin, Cangkuang, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026).

Sebanyak 45 peserta dari perwakilan kecamatan se-Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Yusuf, kaderisasi menjadi penting karena tantangan yang dihadapi NU ke depan semakin beragam. Karena itu, kader Fatayat tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi harus memiliki kapasitas untuk menjawab persoalan yang dihadapi keluarga dan masyarakat.

“Fatayat hari ini sedang menyiapkan kader-kader perempuan NU yang militan, berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat,” ujar Yusuf.

Baca Juga:
Bupati KDS Gelar Program Sertifikasi Gratis untuk 10 Ribu Masjid, Madrasah dan Pesantren

Ia mengatakan militansi kader tidak sekadar ditunjukkan melalui semangat berorganisasi. Militansi harus terlihat dari kemampuan menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah, kepedulian sosial, kedisiplinan serta keberanian mengambil peran ketika masyarakat membutuhkan.

Yusuf melihat posisi Fatayat cukup strategis karena kader perempuannya memiliki ruang pengabdian yang luas, mulai dari keluarga, pendidikan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Fatayat bukan hanya tempat kader belajar berorganisasi. Kader-kadernya juga dipersiapkan menjadi pendidik dalam keluarga, penggerak masyarakat dan teladan bagi generasi berikutnya,” katanya.

Karena itu, ia mengapresiasi Fatayat NU Kabupaten Bandung yang terus menjalankan kaderisasi secara berkelanjutan. Menurutnya, kualitas organisasi NU pada masa mendatang sangat bergantung pada kualitas kader yang dipersiapkan sejak sekarang.

Baca Juga:
Soroti Pernyataan Partai Anak Nahdliyin, PC GP Ansor Madiun: Nahdliyin Bukan Pasar Suara

Yusuf berharap 45 peserta LKD tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus dibawa pulang dan diterapkan di wilayah masing-masing.

“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh jangan berhenti di sini. Bawa pulang, hidupkan organisasi di tingkat akar rumput dan hadirkan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia optimistis kaderisasi yang konsisten akan memperkuat Fatayat sekaligus memperkokoh NU Kabupaten Bandung.

“Kalau Fatayat terus bergerak, kaderisasi terus berjalan dan khidmat terus ditanamkan, insyaallah masa depan NU Kabupaten Bandung akan semakin kuat,” tutur Yusuf.(*)