KETIK, MALANG – Asap masih mengepul hingga hari ketujuh pascakekebakaran TPA Supit Urang, Selasa, 27 Oktober 2026. Upaya pemadaman menggunakan water bombing terus dikerahkan hingga 31 Oktober 2026.
Kepala BPBD Kota Malang, Heru Mulyono, menjelaskan water bombing merupakan inisiatif BPBD Provinsi Jatim untuk mempercepat pemadaman di lokasi tersebut.
"Estimasi yang sudah kami tetapkan untuk water bombing sampai tanggal 31 Oktober 2026 nanti, melihat situasi," ujarnya.
Operasi water bombing telah berjalan sejak Minggu, 25 Oktober 2026 dengan 2 sortie (penerbangan) dan 20 kali penjatuhan air pada hari pertama. Operasi berlanjut pada hari berikutnya dengan 2 sortie dan 40 kali penjatuhan air. Hari ini, petugas mencatat 2 sortie dengan 28 kali penjatuhan air yang seluruh sumber airnya diambil dari kolam Lembah Dieng.
"Jam 09.00 WIB sudah mulai sortie pertama karena mempertimbangkan harus mengisi BBM pakai avtur, setelah itu naik lagi sortie kedua. Anggarannya murni dari BPBD Provinsi Jatim, bukan Kota Malang," lanjutnya.
Baca Juga:
Tujuh Hari Berjibaku dengan Api dan Asap, Wali Kota Pak Mbois Prioritaskan Kesehatan Relawan di TPA Supit Urang Kota MalangHeru menambahkan, sebanyak 4 tong avtur disiapkan setiap hari untuk mendukung operasional helikopter. Setiap tong berisi sekitar 200 kiloliter avtur.
"Di hari Minggu itu empat tong, hitungannya kilo, satu tong kurang lebih sekitar 200 kilo liter. Kemarin juga 4 tong, hari ini kami siapkan 4 tong," tuturnya.
Meski kepulan asap masih terlihat, BPBD memastikan belum ada indikasi perluasan area kebakaran. Keberadaan bara di dalam tumpukan sampah menjadi kendala utama petugas di lapangan.
"Kalau titik api sudah tidak ada. Tetapi apakah apinya sudah benar-benar padam, itu yang kami tidak tahu. Karena kan ini gunungan sampah, gas metan itu seolah membuat api melayang. Api yang biasanya warna biru, itu bisa saja naik ke atas," pungkasnya. (*)