KETIK, LOMBOK TENGAH – Gelaran MotoGP Mandalika membawa berkah bagi warga sekitar. Event balap motor paling bergengsi di dunia yang digelar setiap tahun sekali di Sirkuit Mandalika, NTB ini mendongkrak ekonomi lokal.
Warung Makan Bu Laras salah satunya. Warung makan sederhana yang dibangun di atas lahan sepetak dari bahan kayu itu mendadak laris manis dibanjiri pembeli.
Beberapa pembeli datang silih berganti menikmati hidangan ala desa. Masakannya sangat sederhana dengan menu tahu tempe, ayam goreng, mie goreng, sambal khas, dan menu lainnya.
"Alhamdulillah ada dampak signifikan. Pembeli tambah banyak dan laris berkat adanya MotoGP Mandalika," kata Fitriawati, pemilik Warung Bu Laras, Kamis, 8 Oktober 2026.
Baca Juga:
H-1 Balapan Sirkuit Mandalika, Apa yang Dilakukan Pembalap MotoGP?Ia berjuang membuka warung sederhana bareng suaminya, Kenan. Sejak sebelum pembangunan Sirkuit Mandalika, warung kecil tersebut mulai berdiri.
"Dulu rame awal-awal karena pekerja makan di sini. Alhamdulillah makin rame sampai sekarang," ungkapnya.
Ia berharap penonton MotoGP Mandalika 2026 ini bisa menikmati hidangan warung di pinggir jalan seberangan sirkuit.
Baca Juga:
Tekad Marc Marquez Taklukkan Sirkuit Mandalika, Siap Tempel Ketat Pembalap Aprilia"Semoga mau keluar cari makan. Tidak hanya makan di dalam area sirkuit," harap Fitri.
Warung Bu Laras buka mulai pagi hingga malam. Ketika gelaran khusus MotoGP Mandalika, warung ini buka hampir 24 jam.
"Puncak ramainya biasanya sabtu dan minggu. Semoga terus ramai dan membawa ekonomi warga lokal meningkat," pungkasnya. (*)