KETIK, MALANG – Muhammad Faturrohman, mahasiswa Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), menjadi wisudawan terbaik jenjang sarjana dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Ia meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99 berkat prestasi akademik dan berbagai inovasi kewirausahaan yang dikembangkannya selama kuliah.

Fatur, sapaan karib Faturrohman, tidak hanya menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa biasa. Selama menempuh pendidikan S-1, ia aktif mengikuti kegiatan organisasi, terlibat dalam riset dosen, hingga berpartisipasi dalam berbagai program kementerian.

Salah satu pencapaiannya adalah lolos dua kali dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), yakni pada 2023 dan 2025.

Pada 2023, Fatur mengembangkan inovasi bernama Beauty Dessert Saca. Melalui produk tersebut, ia mengolah kacang sacha inchi menjadi kue yang dipasarkan sebagai oleh-oleh di kawasan Gunung Kawi.

Menurut Fatur, kacang sacha inchi memiliki kandungan omega-3 yang tinggi sehingga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit. Selain diolah menjadi kue, kacang tersebut juga dikembangkan menjadi produk kolagen.

Baca Juga:
CDC UIN Maliki Malang Bahas Optimalisasi Tracer Study Bersama FISIP UNS Solo

"Kacang sacha inchi itu setelah kami riset di berbagai jurnal, kandungan omega-3-nya tinggi. Jadi, bermanfaat sekali untuk kulit," ujar Fatur.

Sementara itu, pada 2025, Fatur mengikuti KMI Expo di Tidar dengan mengembangkan inovasi pakan ternak berbahan kotoran burung puyuh yang telah difermentasi. Ia menjelaskan bahwa bahan tersebut memiliki kandungan protein kasar yang relatif tinggi dibandingkan kotoran ternak lainnya.

"Karena kotoran burung puyuh itu yang memiliki protein kasar paling tinggi, Pak, di antara kotoran-kotoran ternak lainnya," jelas Fatur.

Bersama dosen Fakultas Peternakan Unikama, Fatur kemudian mengembangkan penelitian mengenai fermentasi kotoran burung puyuh. Bahan tersebut dicampurkan ke dalam pakan konsentrat untuk meningkatkan kandungan protein sekaligus menekan biaya pakan.

Baca Juga:
Usai Lantik 176 Pejabat, Wahyu Hidayat Targetkan Isi Jabatan Kosong Pemkot Malang

Inovasi tersebut juga menjadi dasar penelitian skripsinya. Fatur mengangkat judul penelitian tentang pengaruh substitusi konsentrat menggunakan kotoran burung puyuh yang telah difermentasi terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam chopper.

Dalam penelitiannya, Fatur menguji tiga komposisi campuran konsentrat dan kotoran burung puyuh terfermentasi. Perlakuan pertama (P1) menggunakan 95 persen konsentrat dan 5 persen kotoran burung puyuh. Perlakuan kedua (P2) terdiri atas 90 persen konsentrat dan 10 persen kotoran burung puyuh, sedangkan perlakuan ketiga (P3) menggunakan 85 persen konsentrat dan 15 persen kotoran burung puyuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi P1, yakni 95 persen konsentrat dan 5 persen kotoran burung puyuh terfermentasi, memberikan hasil terbaik dalam penelitian tersebut. Selain mendukung pertambahan bobot badan ayam, komposisi ini dinilai lebih ekonomis dari segi biaya pakan.

Di luar pencapaian akademik dan penelitian, Fatur menilai lingkungan pergaulan turut berperan penting dalam perjalanan studinya. Menurutnya, lingkungan yang mendukung dapat membantu seseorang memperluas wawasan dan meraih impian.

Sejak semester pertama, ia berusaha menjalin hubungan dengan banyak teman. Namun, untuk lingkaran pertemanan dekat, ia lebih banyak bergaul dengan mahasiswa tingkat atas, termasuk staf laboratorium.

Dari lingkungan tersebut, Fatur memperoleh banyak pengetahuan dan informasi mengenai berbagai program pengembangan mahasiswa yang dapat diikuti selama kuliah.

"Saya itu dari awal kuliah, bukan berarti semua teman saya tidak saya temani. Semua teman saya kumpuli dan saya temani. Cuma, untuk teman dekat, saya memilih, dan yang saya pilih itu rata-rata kakak tingkat. Termasuk staf yang ada di laboratorium, mereka juga teman dekat saya," ungkapnya.

Selain membangun jejaring, Fatur menilai rasa ingin tahu, kemauan belajar, konsistensi, dan kedisiplinan menjadi faktor penting dalam mencapai prestasi. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengatur waktu, mengingat dirinya harus membagi perhatian antara perkuliahan, riset dosen, organisasi, dan pekerjaan.

Di sela-sela kesibukannya, Fatur bahkan sempat berjualan makanan di laboratorium pangan Fakultas Peternakan. Unikama memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan memanfaatkan laboratorium pangan sebagai tempat berjualan makanan atau minuman.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan Fatur untuk mengajak teman-temannya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis berjualan produk makanan di laboratorium pangan Fakultas Peternakan.

Pengalaman berkuliah di Unikama turut memberinya kesempatan mengembangkan keterampilan sosial. Menurut Fatur, lingkungan kampus yang multikultural mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut mendorongnya untuk belajar memahami perbedaan budaya dan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain.

Setelah diwisuda, Fatur berencana langsung mencari pekerjaan. Meski belum menentukan apakah akan bekerja di perusahaan besar atau kecil, ia berharap ilmu yang diperolehnya selama kuliah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Namun, saya ingin ilmu saya ini setidaknya bisa bermanfaat untuk masyarakat. Tidak harus di perusahaan besar," tutur Fatur. (*)