KETIK, JAKARTA – Indonesia 1 bukan sekadar proyek pembangunan gedung bertingkat. Bangunan dengan dua menara setinggi 58 dan 57 lantai tersebut diproyeksikan mencetak sejarah baru di sektor properti, khususnya melalui rencana konversi ruang perkantoran menjadi hunian.
Nama pengusaha sekaligus politikus Surya Paloh berada di balik proyek gedung pencakar langit Indonesia 1 atau Indonesia One di kawasan pusat bisnis Jakarta. Proyek yang sempat terhenti akibat konflik kepemilikan itu kini berada di bawah kendali Media Group melalui anak usahanya, Media Property Investama (MPI).
Surya Paloh merupakan pengusaha media sekaligus politikus yang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) sejak 2013.
Nama Surya Paloh lebih dahulu dikenal melalui kiprahnya di industri pers. Ia membangun kelompok usaha Media Group yang menaungi sejumlah perusahaan media, di antaranya stasiun televisi Metro TV, Harian Media Indonesia, dan Lampung Post.
Selain dunia usaha, Surya Paloh juga memiliki perjalanan panjang dalam politik. Sebelum mendirikan dan memimpin Partai Nasdem, ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004-2009.
Baca Juga:
Pembatasan Masa Jabatan Ketum Parpol Menguat, Ini Deretan Ketua Umum Terlama di IndonesiaSebelum sepenuhnya dimiliki MPI, Indonesia 1 pada awalnya dikembangkan melalui perusahaan patungan bernama PT China Sonangol Media Investment (CSMI).
Perusahaan tersebut dibentuk oleh Media Property Investama (MPI), anak usaha Media Group, bersama China Sonangol Real Estate Pte Ltd (CSRE) asal China.
Kedua perusahaan sepakat bekerja sama membangun kawasan gedung multifungsi yang direncanakan menjadi salah satu pencakar langit di pusat bisnis Jakarta.
Namun, kerja sama tersebut tidak berjalan mulus. Perselisihan internal mulai muncul dan berimbas pada kelanjutan proyek.
Baca Juga:
Lecehkan Partai-Ketua Umum, Ketua NasDem Cilacap Kecam Pemberitaan TempoPada Juli 2021, MPI melaporkan CSMI ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan investasi dalam proyek Indonesia 1. MPI mempersoalkan kesepakatan pembagian saham sebesar 30 persen yang diklaim menjadi hak perusahaan tersebut.
Selain itu, CSRE yang saat itu bertindak sebagai pemegang saham mayoritas proyek Indonesia 1 juga diduga mengalihkan kepemilikan saham CSMI kepada pihak lain.
Konflik kepemilikan tersebut berdampak pada pembangunan gedung. Proyek Indonesia 1 bahkan sempat terhenti selama beberapa tahun.
Persoalan itu kemudian berujung pada pengambilalihan seluruh saham CSMI oleh MPI. Proses akuisisi 100 persen kepemilikan proyek tersebut diselesaikan pada Desember 2021.
Setelah pengambilalihan rampung, CSMI berganti nama menjadi PT Surya Indonesia 1 Properti. Dengan demikian, proyek yang sebelumnya dikembangkan bersama mitra asal China sepenuhnya berada di bawah kendali Media Group.