KETIK, PACITAN – Penataan parkir di kawasan Alun-alun Pacitan masih menghadapi kendala.
Meski penataan pedagang kaki lima (PKL) telah selesai dilakukan, persoalan parkir saat akhir pekan hingga kini belum menemukan solusi permanen.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, menyebut upaya tersebut terbentur ketersediaan lahan yang sangat terbatas di kawasan pusat kota.
"Kalau untuk parkir memang kendalanya tidak ada lahannya. Itu yang menjadi persoalan. Kan kalau di area Alun-alun tidak boleh jadi parkiran," ujar Yudo, baru-baru ini.
Menurutnya, kondisi Alun-alun Pacitan berbeda dengan kawasan lain yang masih memiliki ruang untuk pengembangan kantong parkir.
Baca Juga:
Leptospirosis Tembus 157 Kasus, DKPP Pacitan Tak Terima Tikus Sawah Disebut Jadi BiangnyaDi sekitar Alun-alun, hampir seluruh lahan telah dimanfaatkan untuk fasilitas umum, pertokoan, perkantoran, hingga permukiman sehingga ruang untuk menyediakan area parkir baru sangat terbatas.
Pemerintah saat ini terus mencari solusi terbaik agar kepadatan parkir tidak semakin mengganggu kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.
Kendati begitu, Yudo berharap, adanya optimalisasi ruang parkir yang ada di sekitar kawasan Alun-alun agar kendaraan tidak lagi berhenti secara sembarangan.
"Ya dioptimalkan jangan semrawut. Kami tetap mencari solusi yang paling memungkinkan. Karena memang kalau membuat lahan parkir baru di kawasan itu sulit," katanya.
Baca Juga:
Petani Pacitan Harap Tikus Dibasmi Serentak, Ancaman Leptospirosis-Gagal Panen Belum RedaDiketahui, kendaraan diparkir tidak beraturan di sekitar Alun-alun hingga saat ini masih kerap dijumpai, terutama saat malam akhir pekan ketika jumlah pengunjung meningkat.
Kondisi tersebut dinilai kontras dengan hasil penataan PKL yang telah membuat kawasan Alun-alun terlihat lebih rapi dan lapang.
Sejumlah pedagang maupun pengunjung berharap pemerintah melanjutkan pembenahan dengan menata sistem parkir agar wajah kawasan semakin tertib.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan, Ir. Bambang Marhaendrawan, S.Pt., M.M., IPU., membenarkan bahwa tingginya jumlah kendaraan saat akhir pekan membuat kapasitas parkir yang tersedia masih belum mampu mengakomodasi kebutuhan.
"Kami menyarankan memanfaatkan kantong parkir, misalnya di Halaman Masjid Agung. Tetapi biasanya masyarakat ingin kendaraannya berhenti tepat di lokasi mereka belanja atau nongkrong. Dinamika psikologis masyarakat seperti ini juga harus kita pahami," jelasnya.(*)