KETIK, TULUNGAGUNG – Ketulusan dan kepedulian sejati kerap lahir dari tempat-tempat yang tak terduga. Hal inilah yang ditunjukkan Ali, seorang petugas keamanan (security) di RA dan MI NU Terpadu Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Berawal dari kepekaannya saat bertugas di pos jaga, Ali berhasil menghadirkan senyum lebar di wajah seorang ibu yang tidak ingin disebutkan namanya. Ibu tersebut merupakan orang tua salah satu siswi kelas VII SMPN 1 Sumbergempol.

Setiap hari, Ali mengawasi aktivitas warga yang berlalu-lalang di gerbang sekolah. Namun, ada satu pemandangan yang selalu mengusik nuraninya, yakni perjuangan ibu tersebut.

Di tengah keterbatasan ekonomi, sang ibu tetap mengayuh sepeda tua yang sudah tidak layak pakai untuk mengantar dan menjemput putrinya menuntut ilmu.

Tergerak oleh rasa empati atas kegigihan sang ibu, Ali memilih untuk tidak tinggal diam. Dengan tulus, ia menghibahkan sebuah sepeda berwarna merah yang masih layak pakai agar dapat dimanfaatkan untuk keperluan mobilitas sehari-hari.

Baca Juga:
Kepala SMPN 1 Sumbergempol Tepis Isu Pungli dan Dikte Seragam

Penyerahan sepeda yang berlangsung sederhana di halaman sekolah tempat Ali bekerja itu mendadak menghadirkan suasana hangat dan haru. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban perjalanan harian sang ibu dan putrinya.

Aksi inspiratif ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kepala SMPN 1 Sumbergempol, Nur Kholifah, menyampaikan rasa syukur atas kontribusi nyata yang diberikan kepada peserta didiknya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada donatur sekolah atas kepedulian dan kebaikannya dalam memberikan bantuan sepeda kepada murid yang membutuhkan,” ungkap Nur Kholifah.

Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut memiliki dampak berarti bagi kelancaran proses belajar murid.

Baca Juga:
Kenalkan Sejarah Lokal, SMPN 1 Sumbergempol Boyong 30 Siswa Kunjungi Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk mendukung transportasi murid ke sekolah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan semangat, kedisiplinan, dan kelancaran mereka dalam menempuh pendidikan,” ujar Nur Kholifah melalui pesan WhatsApp kepada awak media pada Senin, 12 Oktober 2026 siang.

“Semoga kebaikan dan kepedulian ini menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan bagi donatur. Kami berharap semangat berbagi ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus peduli terhadap sesama demi terwujudnya pendidikan yang lebih baik. Terima kasih atas kepedulian dan kontribusi nyata untuk masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Kisah dari Tulungagung ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dunia modern, kebaikan sederhana yang berakar dari kepedulian tetap mampu menghadirkan secercah harapan bagi mereka yang pantang menyerah menghadapi keterbatasan.