KETIK, BATU – Pemerintah Kota Batu mendorong pemanfaatan Mega Science Center dan Budaya sebagai ruang edukasi yang menggabungkan kegiatan belajar dan rekreasi setelah destinasi wisata edukasi milik Jawa Timur Park Group tersebut diperkenalkan, pada Rabu, 16 September 2026.
Mega Science Center dan Budaya berlokasi di Jatim Park 1, tepatnya Jalan Dewi Sartika Atas Nomor 2, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Destinasi ini buka mulai pukul 08.30 hingga 16.30 WIB, dengan harga tiket selama trial opening mulai Rp70.000.
Wali Kota Batu Nurochman menilai keberadaan destinasi tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung, khususnya anak-anak, untuk tidak hanya menikmati kegiatan rekreasi, tetapi juga mempraktikkan berbagai pengetahuan yang diperoleh di sekolah.
“Ini saya sebut sebagai laboratorium besar karena di sini tidak sekadar anak-anak bisa rekreasi, tetapi bisa mempraktikkan banyak hal tentang edukasi yang dia pelajari di sekolah,” ujar Cak Nur, sapaannya.
Baca Juga:
BSFF 2026 Hadirkan 40 Tenant, Manjakan Wisatawan dengan Kuliner Lezat Khas HotelMenurutnya, kehadiran Mega Science Center dan Budaya merupakan kontribusi Jawa Timur Park Group yang tidak hanya berdampak bagi Kota Batu, tetapi juga memiliki cakupan lebih luas bagi Jawa Timur dan Indonesia.
“Ini adalah kontribusi besar Jatim Park Group, tidak hanya untuk Kota Batu, tapi untuk Jawa Timur dan Indonesia,” katanya.
Cak Nur juga berharap keberadaan fasilitas edukasi tersebut dapat diinformasikan kepada para kepala dinas pendidikan di Jawa Timur. Dengan demikian, anak-anak dari berbagai daerah dapat berkunjung ke Kota Batu untuk mendapatkan pengalaman belajar sekaligus berekreasi.
“Maka berharap para Kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Timur bisa diinformasikan ini sehingga sampai pada anak kita untuk kemudian bisa berkunjung ke Kota Batu sekaligus rekreasi dan melakukan edukasi,” tuturnya.
Baca Juga:
Pesona Sport Tourism Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu: Ada Padel, Trail Run, hingga Glamping MewahKepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menilai kehadiran destinasi tersebut dapat memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu tujuan wisata berbasis edukasi.
“Menurut kami dengan hadirnya Mega Science Center dan Budaya menjadi daya tarik baru yang makin memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi utama pariwisata berbasis edukasi atau educational tourism di Indonesia,” ujar Onny.
Menurut Onny, keberadaan Mega Science Center dan Budaya juga memperluas pilihan destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan di Kota Batu.
Kehadirannya dinilai tidak hanya berkaitan dengan penambahan tempat berlibur, tetapi juga memperkuat konsep Kota Batu sebagai kota wisata dengan layanan liburan dalam satu kawasan tujuan.
“Kehadiran Mega Science Center dan Budaya ini kian memperkaya variasi destinasi wisata di Kota Batu. Ini bukan hanya sekadar menambah pilihan tempat berlibur, tetapi juga makin mempertegas positioning Kota Batu sebagai kota wisata One Stop Holiday,” imbuhnya.
Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata juga menyatakan kesiapan untuk terus membangun sinergi dalam pengembangan dan promosi destinasi tersebut. Integrasi promosi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kunjungan wisatawan serta lama tinggal di Kota Batu.
“Kami dari Dinas Pariwisata siap terus bersinergi dan mendorong integrasi promosi wisata,” tutur Onny.
Selain aspek kunjungan wisata, Onny berharap keberadaan Mega Science Center dan Budaya dapat memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan terhadap ekosistem pariwisata dan masyarakat di sekitarnya.
“Harapannya, selain meningkatkan angka kunjungan dan length of stay atau lama tinggal wisatawan di Kota Batu, keberadaan destinasi ini juga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi ekosistem pariwisata dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.
Mega Science Center dan Budaya menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan Jawa Timur Park Group dalam menghadirkan wisata edukasi berbasis pengalaman.
Konsep tersebut tidak hanya mengandalkan tampilan visual dan informasi, tetapi memberi kesempatan kepada pengunjung untuk melihat, mencoba, berinteraksi, kemudian memahami berbagai fenomena yang ditemui di dalam kawasan.
Sementara itu, Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan destinasi tersebut dirancang sebagai ruang edukasi yang menyatukan berbagai bidang pengetahuan dalam satu kawasan.
“Mega Science Center dan Budaya dikembangkan sebagai ruang edukasi yang menyatukan berbagai bidang pengetahuan dalam satu destinasi,” kata Rio.
Skala Mega Science Center dan Budaya tidak hanya terlihat dari bangunan dan ruang yang tersedia, tetapi juga dari materi edukasi yang dihimpun di dalamnya. Destinasi ini memiliki 617 alat peraga sains serta 1.023 artefak budaya yang dapat menjadi bagian dari pengalaman eksplorasi pengunjung.
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang besar bukan hanya secara fisik, tetapi juga besar dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung,” ujarnya.
Pengalaman edukasi tersebut terbagi ke dalam sejumlah zona tematik. Zona Fisika menjadi salah satu area eksplorasi yang mengenalkan prinsip dasar ilmu pengetahuan melalui alat peraga interaktif.
Di area ini, pengunjung dapat mencoba dan mengamati konsep listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, gyroscope, hingga berbagai instalasi yang menghubungkan konsep fisika dengan tubuh dan kehidupan sehari-hari.
Eksplorasi kemudian berlanjut menuju Zona Antariksa yang menghadirkan pengalaman mengenai dunia luar angkasa. Sejumlah instalasi tersedia di area tersebut, mulai dari roket, Lunar Walk, videotron planet, Tesla Coil, hingga space suits.
Mega Science Center dan Budaya juga menghadirkan Zona Bencana Alam yang memberikan pengalaman melalui berbagai simulasi. Pengunjung dapat mengenal sejumlah fenomena alam melalui simulasi gempa, hurricane, Hormuz Storm Cinema, hingga First Twister.
Sementara itu, perkembangan teknologi diperkenalkan melalui Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Area ini menghadirkan pengalaman interaktif melalui Brain Race Car, Jumping Grid, robot anjing GO2, Robot Dance, hingga robot humanoid G1.
Rio menjelaskan, konsep interaktif tersebut dibangun dengan menjadikan rasa ingin tahu sebagai bagian awal dari proses belajar.
“Kami melihat rasa ingin tahu sebagai awal dari proses belajar. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik, kemudian mencoba dan berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk. Mega Science Center dan Budaya kami kembangkan dengan semangat tersebut,” jelasnya.
Selain sains dan teknologi, kawasan tersebut juga mengajak pengunjung mengenal sejarah dan budaya Indonesia melalui 1.023 artefak budaya. Area Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam menjadi bagian dari perjalanan edukasi tersebut.
Kehadiran koleksi budaya dalam satu kawasan memberikan dimensi berbeda dalam pengalaman pengunjung. Jika sains mengajak mereka memahami cara kerja berbagai fenomena, koleksi budaya membuka ruang untuk melihat perkembangan pengetahuan, tradisi, dan peradaban dari masa ke masa.
Penyatuan sains, teknologi, dan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Timur Park Group menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam bagi masyarakat.
“Penyatuan sains, teknologi, dan budaya menjadi bagian dari upaya Jawa Timur Park Group untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam bagi masyarakat,” tambah dia.
Selain ruang eksplorasi, Mega Science Center dan Budaya juga dilengkapi berbagai aktivitas serta pertunjukan yang memadukan edukasi dengan seni dan kreativitas. Program tersebut meliputi Workshop Wayang Suket, Workshop Wayang Kardus, Show Potehi, Workshop Terakota, Show Srimulat, serta Keris Dance.(Adv)