KETIK, SORONG – Ketua Umum Barisan Muda KOSGORO 1957, Rizky Maulana, mendorong organisasi-organisasi kepemudaan kekaryaan untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi di tengah dinamika yang terjadi di lingkungan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
Menurut Rizky, kondisi tersebut semestinya tidak menjadi alasan bagi organisasi kepemudaan kekaryaan untuk saling menjauh. Sebaliknya, persoalan yang muncul perlu dihadapi melalui dialog dan semangat persaudaraan demi menjaga keberlangsungan AMPI.
“Kami prihatin melihat dinamika yang terjadi di AMPI saat ini. Bagi kami, AMPI bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi bagian penting dari sejarah perjuangan dan kaderisasi generasi muda kekaryaan. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memperkuat AMPI,” ujar Rizky, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Rizky menilai AMPI memiliki posisi penting dalam sejarah gerakan kepemudaan kekaryaan dan kaderisasi generasi muda Partai Golkar. Karena itu, dinamika internal organisasi perlu disikapi secara dewasa dengan mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Ia juga mendukung langkah Ketua Bidang Pemuda DPP Partai Golkar, Said Aldi Al Idrus, yang telah menginisiasi upaya untuk menjaga marwah AMPI.
Baca Juga:
PWI Tetapkan Reaktivasi Anggota Hingga Akhir 2026Rizky mengajak seluruh organisasi kepemudaan kekaryaan yang memiliki hubungan historis dan ideologis dengan Partai Golkar untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar atas persoalan yang terjadi.
“Saya mengajak seluruh organisasi kepemudaan kekaryaan Partai Golkar untuk duduk bersama, mengesampingkan perbedaan, dan mencari jalan terbaik bagi masa depan AMPI. Kita harus membangun kembali AMPI dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, kaderisasi, dan konsolidasi,” katanya.
Menurut Rizky, penguatan AMPI juga perlu diarahkan pada kaderisasi generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap memegang nilai-nilai kekaryaan serta perjuangan politik Partai Golkar. (*)