KETIK, JAWA TENGAH – Seorang pria berinisial Nasiun (57) diduga tega membunuh ayah kandungnya, Iksan (83), di Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pelaku diduga melakukan aksi tersebut karena sakit hati setelah kerap dimarahi korban.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di sebuah kebun. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Nasiun diduga membacok ayahnya menggunakan golok hingga korban meninggal dunia.
Kasus ini terungkap setelah Nasiun mendatangi rumah Kepala Desa Pengarasan untuk menyerahkan diri. Kepala desa kemudian menghubungi pihak kepolisian guna melaporkan kejadian tersebut.
Baca Juga:
Warga Brebes Geger! Pria 42 Tahun Ditemukan Meninggal di Pekarangan, Polisi Ungkap Kondisinya
Kepala Desa Pengarasan, H. Ahmad Nirom, membenarkan bahwa Nasiun datang ke rumahnya dan mengaku telah membunuh ayah kandungnya. Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.
Berdasarkan pengakuan Nasiun kepada awak media, ia melakukan pembunuhan tersebut karena merasa sakit hati setelah sering dimarahi orang tuanya. Pelaku mengaku membacok korban hingga lima kali menggunakan golok, dengan sasaran lengan, wajah, dan leher.
Sementara itu, tim identifikasi atau Inafis Polres Brebes melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan sejumlah luka pada bagian lengan dan sekitar wajah korban.
Baca Juga:
Tasyakuran HUT Ke-71 Lantas Bhayangkara di Polres Brebes, Ini Pesan KapolresSetelah proses identifikasi awal, petugas membawa jenazah Iksan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi.
Seorang saksi berinisial R mengaku melihat langsung peristiwa tersebut dari jarak sekitar 40 meter. Ia melihat pelaku menyabetkan golok ke arah korban.
Menurut keterangan saksi, setelah melakukan aksinya, Nasiun mendatanginya dan mengatakan bahwa dirinya telah membunuh orang tuanya.
Hingga berita ini ditulis, polisi telah mengamankan Nasiun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, jenazah korban berada di RSUD untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendukung penyelidikan kasus tersebut. (*)