KETIK, BANDUNG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung mendorong ustaz dan ustazah memperkuat edukasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui pengajian dan dakwah di tengah masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ibadah maliyah sekaligus memperluas manfaatnya bagi pemberdayaan ekonomi umat.
Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung H. Jamjam Erawan mengatakan, pendidik agama memiliki posisi strategis untuk membimbing masyarakat memahami ketentuan dan praktik ibadah maliyah, termasuk perhitungan zakat serta penyalurannya kepada pihak yang berhak.
“Peran ustaz dan ustazah sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ibadah maliyah, mulai dari pengertian, hukum, dan hikmahnya hingga praktik perhitungan serta pelaksanaannya secara benar,” kata Jamjam saat upgrading bagi ratusan penerima insentif di Pesantren Darul Ma’arif, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Senin (19/10/2026).
Jamjam menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan upgrading bagi ustaz dan ustazah penerima insentif BAZNAS Kabupaten Bandung di Aula Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih.
Ia memaparkan potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Bandung diperkirakan mencapai Rp400 miliar per tahun, tetapi penghimpunannya baru sekitar Rp17,5 miliar. Sementara itu, zakat fitrah terkumpul Rp90 miliar dari potensi Rp140 miliar, sedangkan dana kurban mencapai Rp220 miliar.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Dorong Zakat Produktif untuk Kemandirian EkonomiMenurut Jamjam, edukasi melalui dakwah dan pengajian perlu diperkuat karena masih terdapat masyarakat yang belum memahami manfaat ibadah maliyah bagi kesejahteraan sosial. Kepercayaan terhadap lembaga zakat dan keterbatasan sosialisasi juga menjadi tantangan dalam meningkatkan penghimpunan.
Para ustaz dan ustazah diharapkan turut membantu pencatatan penghimpunan secara tertib dan transparan serta menyampaikan data mustahik kepada BAZNAS untuk ditindaklanjuti dalam program penyaluran dan pemberdayaan ekonomi umat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., MA., Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Ustaz H. Sarnapi, S.Sos., serta Ketua BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Deni Syamsu Rukhmanto.(*)