KETIK, JAKARTA – Polda Jatim memamerkan benih jagung Hibrida F1 Kolaborasi Inovasi Polri (KIP) dalam ajang Agrinex Expo 2026 di Cendrawasih Room, Jakarta International Convention Center (JICC).

Pameran yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui inovasi benih unggul.

Direktur Utama PT Widji Nusantara Makmur (WINMAR), Eko Widiastopo, mengatakan benih jagung KIP merupakan hasil pengembangan yang dibina Polda Jatim bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim.

Menurut Eko, benih jagung KIP memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya mampu beradaptasi dengan kondisi lahan yang mengalami kekeringan. Karakteristik tersebut dinilai penting untuk membantu petani menghadapi tantangan perubahan kondisi cuaca.

"Keunggulan dari benih KIP ini adaptif pada kondisi kekeringan," katanya, Senin, 26 Oktober 2026.

Baca Juga:
Polda Jatim Dalami Motif DBM, Suami Siri yang Tega Habisi Istri dan Anak di Hotel Kota Madiun

Selain tahan terhadap kekeringan, benih jagung KIP juga memiliki rendemen tinggi, batang dan akar yang kuat sehingga tahan rebah, serta perakaran panjang. Benih ini juga diklaim memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai dan busuk batang.

Dari sisi produktivitas, jagung KIP berpotensi menghasilkan panen hingga 12,6 ton per hektare.

"Selain tahan bulai, jagung ini juga potensi menghasilkan 12,6 ton per hektar," ujar Eko.

Dengan sejumlah keunggulan tersebut, benih jagung KIP diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi petani.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Kapolda Jatim, Perkuat Sinergi Jaga Omah Jatim dan Kondusivitas Daerah

Eko menjelaskan, pengembangan benih tersebut dilakukan melalui riset dan pengujian di laboratorium terintegrasi yang berada di kawasan Green Farm Banyuwangi.

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang disampaikan, jagung KIP memiliki kandungan karbohidrat sekitar 87,12 persen, protein 7,50 persen, dan lemak 4,06 persen.

"Benih KIP dikembangkan melalui riset dan pengujian di Green Farm Banyuwangi dan diperkenalkan secara resmi dalam momentum Panen Raya Jagung Kuartal III 2026 di Green Farm Banyuwangi," pungkasnya.

Melalui pengenalan benih jagung KIP di Agrinex Expo 2026, inovasi pertanian yang dikembangkan bersama Polda Jatim dan HKTI Jatim diharapkan dapat semakin dikenal luas dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. (*)